Cerita Tentang Para Ahli Kubur

Rabu, 21 Januari 2015

5 Kisah Mati tapi Bisa Hidup Lagi Versi Al Qur'an

Tiap yang bernyawa akan merasakan mati, tak terkecuali manusia, hewan dan malaikat. Mati adalah pertemuan terakhir dengan dunia dan pertemuan awal dengan akhirat. Apakah kalian sudah membawa bekal untuk hidup di alam akhirat nanti?

Suatu perkara yang wajib diimani dan tidak boleh diragukan adalah kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali makhluk yang telah mati. Pada tulisan kali ini, kami akan menyebutkan lima kisah tentang hidupnya kembali seseorang atau suatu kaum setelah diwafatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang disebutkan di dalam surat Al Baqarah.

5 Kisah Mati tapi Bisa Hidup Lagi Versi Al Qur'an:


1. Peristiwa terbunuhnya seseorang dari kaum Nabi Musa as.

Pada suatu hari, ada seorang umat Nabi Musa ‘alaihis salam yang mati terbunuh dan pelaku pembunuhannya tidak diketahui. Terjadilah perselisihan di antara sesama mereka dan saling tuduh-menuduh dengan mengatakan: “Kalianlah yang membunuh orang itu!” Lalu yang lain membalas: “Justru kalianlah yang sebenarnya membunuh dia!”

Akhirnya mereka melaporkan kejadian ini kepada Nabi Musa. Lalu beliau memerintahkan mereka untuk menyembelih seekor sapi betina dengan ciri-ciri khusus. Setelah sapi betina itu disembelih, lalu Allah memerintahkan untuk mengambil salah satu bagian dari anggota tubuh sapi betina tersebut untuk kemudian dipukulkan kepada orang yang telah mati dibunuh tadi.

Setelah orang mati itu dipukul dengan salah satu bagian anggota tubuh sapi betina tersebut, lalu tiba-tiba orang mati itu menjadi hidup kembali. Lalu orang-orang menanyakan kepada dia siapakah orang yang telah membunuhnya. Diapun kemudian memberitahukan kepada mereka nama orang yang telah membunuhnya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادَّارَأْتُمْ فِيهَا وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ (72) فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا كَذَلِكَ يُحْيِ اللَّهُ الْمَوْتَى وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“(Ingatlah), ketika kalian membunuh jiwa (seorang manusia) lalu kalian saling tuduh menuduh tentang itu, dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kalian sembunyikan. Lalu Kami berfirman: “Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!” Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati dan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kalian berpikir.” [QS. Al Baqarah: 72-73]

2. Kisah tujuh puluh orang umat Nabi Musa ‘alaihis salam mati tersambar petir.

Kejadian ini terjadi ketika sebagian umat Nabi Musa ‘alaihis salam yang berjumlah tujuh puluh orang menuntut kepada beliau agar dapat menunjukkan wujudnya Allah ta’ala kepada mereka secara jelas dan terang. Jika Musa tidak mampu untuk memenuhi permintaan mereka tersebut, maka mereka tidak bersedia untuk beriman kepada Musa.

Namun ternyata Allah tidak menyukai perilaku mereka itu dan murka terhadap mereka. Allah pun menurunkan azab kepada mereka dengan menyambarkan petir kepada mereka. Ketika petir itu menyambar sebagian dari mereka, sebagian orang yang lainnya menyaksikan hal tersebut hingga kemudian merekapun disambar oleh petir pula.

Setelah mereka semua mati akibat disambar petir, barulah Allah menghidupkan mereka kembali agar mereka sadar dan mau bertaubat dari kesalahan mereka tadi.

Kejadian ini Allah sebutkan di dalam surat Al Baqarah ayat 55-56:

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ (55) ثُمَّ بَعَثْنَاكُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“(Ingatlah) ketika kalian berkata: “Wahai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas!” sehingga karena itu kalian disambar halilintar, sedangkan kalian saling menyaksikan (satu sama lain). Setelah itu Kami bangkitkan kalian sesudah kalian mati agar kalian bersyukur.”



3. Kisah penduduk negeri yang pergi menghindari wabah penyakit menular.

Pada masa dahulu kala di suatu negeri, terjangkitlah suatu wabah penyakit menular yang sangat berbahaya sehingga dapat menyebabkan kematian. Karena takut akan kematian, maka merekapun pergi meninggalkan negeri tersebut. Jumlah mereka cukup banyak, yaitu mencapai ribuan orang. Mereka menyangka bahwa dengan pergi keluar dari negeri tersebut mereka akan selamat dari kematian.

Ternyata persangkaan mereka itu adalah salah. Demi menunjukkan kekuasaan-Nya, Allah mematikan mereka seluruhnya. Setelah beberapa waktu lamanya mereka mati, akhirnya Allah kembali menghidupkan mereka agar mereka menyadari bahwa kematian itu sepenuhnya merupakan ketetapan Allah yang tidak bisa dihindari dan bahwasanya Allah itu berkuasa untuk menghidupkan kembali orang yang telah mati.

Kisah ini Allah ceritakan di dalam surat Al Baqarah ayat 243:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ اللَّهُ مُوتُوا ثُمَّ أَحْيَاهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka sebanyak ribuan orang karena takut mati, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kalian!”, kemudian Allah menghidupkan mereka (kembali). Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.”

4. Kisah seorang musafir.

Pada suatu ketika, ada seseorang yang melakukan perjalanan dengan menunggangi keledai. Setelah beberapa lama melakukan perjalanan, sampailah dia di sebuah kota yang tidak berpenghuni lagi dan bangunan-bangunan di sana sudah banyak yang roboh dan rusak.

Dia mengamati kota tersebut dan merasa takjub. Muncul di pikirannya bahwa kota yang penduduknya telah mati dan bangunannya telah hancur dan rusak parah sedemikian rupa, bagaimanakah caranya bila Allah ingin menghidupkan dan mengembalikan kota ini seperti sedia kala.

Lalu Allah mematikan orang tersebut selama seratus tahun, sehingga tinggallah keledai dan bekal makanan dan minumannya begitu saja di situ. Tak berapa lama kemudian, keledai itupun ikut mati di dekatnya.

Setelah seratus tahun berlalu, Allah menghidupkan kembali orang tersebut dan bertanya kepadanya: “Berapa lama engkau berada di sini?” Orang itu menjawab: “Saya baru berada di sini sekitar setengah hari atau satu hari saja.” Allah berkata: “Sebenarnya engkau telah berada di sini selama seratus tahun. Coba engkau lihat bekal makanan dan minumanmu, ia masih belum berubah. Lihatlah pula keledaimu, Kami ingin menjadikanmu sebagai bukti tanda kekuasaan-Ku kepada umat manusia. Perhatikanlah tulang keledaimu, bagaimanakah cara Kami menyusun dan menyambungnya kembali satu sama lain, kemudian setelah itu Kami balut ia dengan daging.”

Setelah orang itu melihat tanda kekuasaan Allah yaitu bagaimana Allah menghidupkan kembali binatang yang telah mati dan menjadi tulang belulang yang berserakan, diapun berkata: “Saya telah meyakini bahwasanya Allah itu Maha berkuasa atas segala sesuatu.”

Kisah ini disebutkan oleh Allah ta’ala di dalam surat Al Baqarah ayat 259:

أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَى قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّى يُحْيِي هَذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ وَانْظُرْ إِلَى حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِلنَّاسِ وَانْظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Atau (tidakkah kamu tidak memperhatikan kisah) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah ia hancur?” Maka Allah mematikan orang itu selama seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Dia menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.” Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini selama seratus tahun lamanya. Lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah, dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

5. Kisah Nabi Ibrahim as menyembelih burung.

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam adalah seorang yang sangat yakin akan kekuasaan Allah dalam menghidupkan kembali makhluk yang telah mati. Akan tetapi muncul di dalam hatinya suatu keinginan untuk dapat menyaksikan hal ini secara langsung dengan mata kepalanya sendiri sehingga keimanannya menjadi semakin kuat dan mantap. Oleh karena itu, beliau memohon kepada Allah agar dapat ditunjukkan kepadanya hal tersebut.

Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan permintaan Nabi Ibrahim. Untuk itu, Allah memerintahkan beliau untuk menangkap hidup-hidup empat ekor burung, kemudian dikumpulkan, dan setelah itu barulah dipotong-potong hingga menjadi bagian-bagian yang kecil. Kemudian setelah itu, beliau diperintahkan untuk menyebarkan potongan-potongan kecil dari keempat ekor burung tadi secara merata di beberapa buah gunung.

Setelah selesai melakukan hal tersebut, Allah ‘azza wa jalla memerintahkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam untuk memanggil keempat burung tersebut. Kemudian tiba-tiba, beliau melihat suatu kejadian yang sangat menakjubkan, yaitu potongan-potongan burung tadi kembali bersatu dan menjadi empat ekor burung yang utuh dan sempurna seperti semula dan semuanya berkumpul kembali ke hadapan Nabi Ibrahim.

Kisah ini Allah subhanahu wa ta’ala sebutkan di dalam surat Al Baqarah ayat 260:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتَى قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ قَالَ بَلَى وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَى كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“(Ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Wahai Rabbku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu ?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku). Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwasanya Allah itu ‘Aziz (Maha Perkasa) lagi Hakim (Maha Bijaksana).”

Demikianlah lima kisah yang menunjukkan kekuasaan Allah dalam menghidupkan kembali makhluk yang telah mati. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.
Amin...

Sumber: https://votreesprit.wordpress.com/2013/10/10/lima-kisah-hidup-kembali-setelah-mati-di-dalam-al-quran/

Sabtu, 15 November 2014

Nenek Mati Hidup Lagi Setelah 11 Jam

Perempuan Polandia berusia 91 tahun hidup kembali setelah dia dinyatakan meninggal dan disimpan di lemari pendingin jenazah selama 11 jam.

Otoritas setempat mengatakan staf di kamar mayat heran melihat gerakan dalam kantong jenazah dalam tempat penyimpanan. Polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Perempuan bernama Janina Kolkiewicz itu kini telah kembali ke rumah setelah mengeluh kedinginan.

Di rumah, Kolkiewicz menghangatkan diri dengan semangkuk sup hangat dan dua panekuk.

Keluarga dan dokter yang merewatnya mengaku terkejut, seperti dilansir surat kabar Polandia, Dziennik Wschodni.

"Saya yakin dia meninggal," kata dokter Wieslawa Czyz, kepada stasiun televisi TVP.



"Saya terkejut. Saya tidak mengerti apa yang terjadi. Jantungnya berhenti berdetak dan dia tidak lagi bernafas," kata Czyz.

Kolkiewicz mengatakan kepada kerabatnya bahwa dia merasa "normal dan baik-baik saja" setelah kembali ke rumah.

Dia tampaknya tidak menyadari bahwa dalam beberapa hari, dia mungkin saja berada di dalam kuburan.

"Bibi saya tidak tahu apa yang terjadi karena dia memiliki demensia stadium akhir," Bogumila Kolkiewicz, keponakannya, mengatakan kepada media lokal.

sumber: http://www.tribunnews.com/internasional/2014/11/14/wanita-berusia-91-tahun-hidup-lagi-setelah-disimpan-di-kamar-mayat

Sabtu, 18 Oktober 2014

Sudah Wafat Kok Bisa Kirim SMS

Mungkinkah orang yang sudah meninggal bisa berinteraksi dengan keluarganya, jawabnya tentu saja tidak bisa dalam islam secara lahiriah seperti menelepon dan berkirim sms.

Saat seseorang telah meninggal dan jasadnya dikuburkan, tak mungkin ia mengirim pesan singkat. Namun, berbeda dengan kejadian yang dialami sebuah keluarga di Inggris ini. Mereka justru mendapat SMS dari nomor neneknya yang sudah meninggal dunia.

Di masa hidupnya, nenek yang bernama Lesley Emerson itu gemar mengirim pesan pendek kepada para anggota keluarganya di South Shields, kota pesisir di dekat Newcastle, Inggris.

Saat Emerson, 59, meninggal dunia pada tahun 2011, keluarganya memutuskan untuk menguburkan telepon genggam bersama jasadnya.

“Beberapa di antara anggota keluarga terus mengirim SMS ke nomor tersebut,” seperti yang dilaporkan BBC pada Jumat (17/10/2014).




Namun terjadi hal yang mengejutkan. Pekan lalu, cucu Lesley Emerson, Sheri, justru mendapat jawaban pesan pendek yang berbunyi, “Saya mengawasimu dan semuanya akan lebih baik. Terus maju.” Dari nomor neneknya yang telah meninggal.

Kata keluarga Emerson, perusahaan telepon O2 telah memberikan jaminan bahwa nomor tersebut tidak akan diterbitkan lagi.

sumber: bbc.co.uk

Rabu, 01 Oktober 2014

Ada Penampakan Hantu di Foto 3 Cewek ini

Hantu atau JIN itu adalah makhluk yang juga hidup di antara kita semua. Terkadang mereka menampakkan diri sehingga membuat merinding manusia yang melihatnya. Begitu juga dengan foto 3 cewek ini, tanpa disengaja jepret, eh ada cewek lagi di tengah-tengahnya.

Orang bilang hati-hati kalau foto bertiga, nanti bisa kena sial. Tapi, hati-hati saja berapa orang pun Anda berfoto. Siapa tahu ada penampakan orang yang lainnya? Seperti foto penampakan yang menyeramkan ini.

Foto ini diambil di Asia, namun tidak dengan jelas diberitakan siapa pemiliknya. Foto ini menyebar dengan cepat di forum online karena wajah penampakannya yang sangat seram dan bikin merinding. Stomp juga mengabarkan foto seram ini karena teka-teki mengenai wanita keempat tersebut sangat misterius.

Photo copyright Stomp.comPhoto copyright Stomp.com

Ceritanya, ketiga wanita kantoran ini ini sedang berfoto bersama. Foto itu diambil dengan menggunakan handphone yang kualitasnya standard. Namun, betapa kagetnya mereka ketika melihat foto tersebut.



Di antara 2 orang sebelah kanan, ada orang ketiga di antaranya. Wajahnya mengerikan seperti hantu. Dengan mata yang berlingkar hitam dan sepertinya tampak samping. Wajah itu muncul dari balik rambut wanita paling kanan. Yang artinya penampakan itu harusnya ada di belakang wanita tersebut.

Dilihat dari foto tersebut, tidak nampak adanya editan foto. Sampai sekarang foto mereka dianggap sebagai foto paling seram yang tersebar di forum dunia maya. Bagaimana menurut Anda? Apakah foto ini hoax atau memang menyeramkan?

Yang jelas, ada Penampakan Hantu di Foto 3 Cewek ini.

sumber: vemale.com
editor: Berita Alam Kubur.

Minggu, 07 September 2014

Dahsyatnya Azab Bagi Anak yang Durhaka kepada Ibunya

Sebut saja namanya Karta. Ia telah menikah dengan wanita pilihannya. Wajahnya cantik. Namun sayang, hatinya tak secantik wajahnya. Karta mulai terpengaruh dengan istrinya dan hampir selalu menurutinya. Dari sinilah kisah tragis itu dimulai.

Selain Karta dan istrinya, di rumah itu juga tinggal ibunya. Sebelumnya, Karta bersikap baik pada ibunya. Tapi perlahan, sang istri men-‘cuci otak’-nya.

Suatu hari, sepulang Karta dari tempat kerja, istrinya mengadu. “Mas, ibu itu bagaimana sih. Kerjanya cuma jalan-jalan ke rumah tetangga. Nggak mau bantuin aku.” Karta langsung termakan kata-kata sang istri. Dicarinya ibunya.
“Ibu, ibu sukanya ke main ke rumah tetangga ya. Nggak mau mbantu menantu ibu.”
“Siapa yang bilang begitu. Ibu itu yang ngepel dan nyapu rumah ini, Karta. Ibu yang mencuci. Dan makanan yang kamu makan itu, itu juga ibu yang masak. Ibu memang ke rumah tetangga, tapi itu cuma sebentar. Untuk istirahat. Kalau istirahat siang-siang di rumah ini, ibu bisa dimarahi istrimu…”
Mendengar penjelasan itu, bukannya minta maaf, Karta malah tidak mempercayainya. “Ah, ibu alasan saja.”

Hari-hari berikutnya, hubungan antara Karta dan ibunya tak kunjung membaik. Apalagi hubungan antara ibu dengan istri Karta, semakin memanas. Hingga suatu malam, setelah Karta sampai di rumah, sang istri memintanya mengambil keputusan yang sangat sulit.

“Mas, aku sudah tidak betah lagi sama ibu. Aku dan ibu tidak bisa lagi tinggal dalam satu atap. Sekarang Mas pilih, aku yang pergi atau ibu yang keluar dari rumah ini,” kata istri Karta dengan nada tinggi. Karta bingung. Ia tidak tega mengusir ibunya, tetapi ia juga tidak sanggup berpisah dari istrinya.
“Kenapa seperti itu Dik. Aku sangat mencintaimu, aku tak mungkin hidup sendiri tanpamu. Tapi ibu, ia tidak punya siapa-siapa. Kalau ia pergi, pergi ke mana? Kasihan dia”
“Enggak Mas. Malam ini juga kamu harus putuskan. Ibu yang pergi atau aku yang pergi.” Luluh juga hati Karta di depan istrinya. Entah syetan apa yang merasukinya, ia pun melangkah ke kamar ibunya.

“Masya Allah, benarkah kamu mau mengusir ibu ini, Karta?” tanya ibu setengah tak percaya saat mendengar Karta memintanya pergi dari rumah.
“Iya, Bu. Ini demi kebaikan rumah tangga kami.”
“Kamu tega, Karta,” orang yang namanya dipanggil hanya diam, “kalaupun kamu mengusirku, tunggulah besuk pagi. Tengah malam begini, ibu harus ke mana?”
Karta terdiam. Ia tak menjawab. Tapi keputusannya telah bulat.

Beberapa waktu kemudian, ibu keluar dengan tas di tangannya. Tidak semua barangnya bisa dibawa. Ia melangkah berjalan di tengah malam, sambil air mata terus menetes membasahi pipinya. Sebagai seorang ibu, ia sungguh sangat kecewa. Sakit hatinya. Diusir oleh anak sendiri yang lebih mementingkan istri tak berakhlak daripada ibunya. Dalam kondisi itu, sang ibu pun berdoa.

“Ya Allah, hatiku sakit atas perlakuan ini. Anakku sendiri mengusirku, padahal aku yang mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkannya. Ya Allah, aku tidak ridho padanya. Aku haramkan seluruh air susu yang diminumnya sejak bayi hingga membentuknya seperti saat ini.” 

Doa seorang ibu yang didurhakai, doa di tengah malam, dalam kondisi hujan rintik-rintik, ketiga faktor mustajabnya doa itu bertemu.

Keesokan harinya, Karta merasakan seluruh tubuhnya sakit. Kulitnya mulai gatal-gatal. Makin lama, kulitnya seperti melepuh. Hari-hari berikutnya lepuhan itu mengeluarkan nanah dengan bau yang menyengat. Sampai-sampai, tetangga yang menjenguknya pun tidak berani mendekat. Berbagai upaya medis tak juga membuatnya membaik. Karta menyadari bahwa ini mungkin karena kesalahannya mengusir ibunya sendiri di malam itu. “Tolong carikan ibuku, aku ingin minta maaf. Sakitku ini karenanya,” pintanya pada seseorang.






“Tidak. Biar Karta merasakan sakit itu. Sakitnya hatiku diusir lebih sakit dari apa yang dirasakan Karta,” jawab sang ibu saat ditemui pesuruh Karta, “aku tak mau kembali ke rumah itu.”

Beberapa hari kemudian, Karta pun meninggal. Begitu busuknya bau Karta, sampai-sampai modin setempat tidak mau memandikannya sendiri. Ia menyewa orang untuk memandikan Karta. Waktu meninggalnya Karta hampir bersamaan dengan meninggalnya orang lain di kampung yang sama. Sehingga tersedialah dua galian untuk memakamkan mereka. Dan baru saja Karta dimakamkan, keributan terjadi.

“Ini seharusnya makam untuk saudara saya, kenapa ditempati,” kata seseorang yang terkejut melihat galian makam untuk saudaranya telah terisi.
“Maaf pak, kami tidak tahu. Karena sudah terlanjur, sekali lagi kami minta maaf. Mohon almarhum dimakamkan di galian satunya Pak, kan sama-sama makamnya”
“Tidak bisa! Ini sudah kita pesan liang lahatnya dekat dengan anggota keluarga yang meninggal sebelumnya. Kalau di sana kan jadi terpisah. Kami tidak mau. Harus dibongkar”

Karena tidak bisa diajak kompromi, akhirnya warga pun mengalah untuk membongkar kembali makam Karta. Anehnya, saat makamnya dibongkar, mereka mendapati kain kafan Karta telah berubah warna; coklat keabu-abuan. Tubuhnya juga tampak lebih tipis. Dan begitu dibuka, mereka terkejut bukan main. Jenazah Karta berubah warna dan bentuk, seperti hangus terbakar. Demikian dahsyatnya azab bagi anak yang durhaka kepada ibunya. Azab pedih langsung terjadi di dunia dan lebih pedih lagi saat berada di alam barzah. [Tim Redaksi Kisahikmah.com]

*Disarikan dari ceramah KH. Zubairi Rahman, Pengasuh Program Keluarga Sakinah – Suara Giri FM

sumber: kisahhikmah.com

Jumat, 05 September 2014

Ketika Tali Jenazah Dilepas

SETIAP manusia pasti akan meniggalkan kehidupannya di dunia.

Dan kepergiannya itu tidak akan membawa apa-apa. Hanya amal yang pernah kita perbuat yang akan mengikuti kita. Hal itulah yang menjadi pertimbangan kita di alam kubur nantinya. Ketika waktu ajal telah menghampiri seseorang, maka saat akan dikubur seseorang itu akan dikafani, dengan berbentuk seperti pocong.

Manusia yang meninggal akan dikebumikan, dalam penguburan manusia berbeda dengan penguburan hewan, terdapat sebuah aturan-aturan khusus, seperti memandikan, mengafani, menshalati, mengubur, dan mendoakan.
Terkadang yang menjadi perdebatan adalah mengenai hukum tali jenazah. Beredar anggapan bahwa, jika tali jenazah tidak dibuka maka mayit akan menjadi arwah gentayangan berupa pocong. Tak ada dalam hadist yang menerangkan bahwa Nabi memerintahkan untuk membuka tali jenazah.

Membuka tali jenazah itu tidak mengapa dan tidak di buka juga tidak mengapa. Apabila memang ada sebuah kejadian dalam kehidupan kita, ada yang melihat sosok pocong yang muncul, itu bukanlah arwah dari almarhum/almarhumah. Karena manusia yang sudah mati tidak akan kembali ke dunia dan belum ke surga. Akan tetapi mereka menjalani hidup di alam kubur.




Masalah penampakan pocong tadi itu merupakan perwujudan jin kafir yang ingin menyesatkan manusia, hingga menimbulkan sebuah khurafat dan syirik.

Sehingga, manusia berbuat sesuatu yang tidak diperintahkan oleh Allah dan RasulNya. Seperti halnya mewajibkan bahwa hukum tali pocong itu harus dilepas, padahal itu salah. Kita sebagai Muslim yang beriman, jangan sampai mengerjakan syirik, tahayul, khurafat, dan bid’ah.

sumber: islampos.com

Senin, 01 September 2014

Bercanda Jadi Hanti Kuburan

KALAU mau bercanda, hendaknya tidaklah keterlaluan. Jika tidak, bisa-bisa seperti pria asal ini Inggris yang ditangkap karena berpura-pura menjadi hantu di sebuah pemakaman di Portsmouth.

Adalah Anthony Stallard yang dibantu temannya yang menakut-nakuti penduduk sekitar di sekitar Pemakaman Kingston. Polisi pun turun tangan.
“Mereka berteriak-teriak dan secara efektif bernyanyi sangat keras dan bersikap tidak hormat di kuburan,” kata jaksa Tim Concannon di Pengadilan Portsmouth Magistrates.

“Dia melambaikan tangan dan meneriakkan ‘wooooooo’. Dia berpura-pura menjadi hantu.”

Pria berusia 24 tahun itu akhirnya ditangkap dan didakwa dengan tuduhan perilaku yang menyebabkan penderitaan orang lain. Stallard mengaku bersalah.
Ia akhirnya didenda sekitar $ 60 dan diperintahkan untuk membayar tambahan $ 67.

sumber: islampos.com

Jumat, 22 Agustus 2014

Sepasang Anak Kembar Bangkit dari Kubur

Hidup setelah mati adalah hal yang benar dalam islam, entah berapa jarak waktunya untuk hidup kembali, hanya Allah SWT saja Yang Maha Kuasa. Hal-hal yang tidak mungkin terjadi, bisa menjadi mungkin bagi Allah SWT.

Nah, apakah Anda percaya akan adanya reinkarnasi? Atau mungkin Anda percaya dengan kehidupan sebelum lahir atau setelah mati? Kata orang, hidup ini hanya sekali. Namun ternyata di dunia ini ada sebuah misteri tentang kehidupan sebelum seseorang lahir.

Ini adalah sebuah kisah nyata tentang sepasang saudara kembar bernama Jennifer dan Gillian. Banyak yang mempercayai bahwa kedua gadis ini sebenarnya sudah pernah hidup sebelumnya. Bagaimana kisahnya?

Pada tahun 1957, ada sebuah kecelakaan fatal di Northumberland, Inggris. Akibat kecelakaan ini, dua orang saudari bernama Joanna (11 tahun) dan Jacquelline Pollock (6 tahun) meninggal dengan tragis. Hal ini sangat memukul kedua orang tuanya.

Satu tahun kemudian, sang ibu melahirkan sepasang anak kembar berjenis kelamin perempuan. Keduanya diberi nama Jennifer dan Gillian. Namun setelah diperhatikan, ada yang janggal dengan kedua anak kembar ini.

Kedua gadis kembar ini meminta mainan yang sama seperti almarhumah dua saudari mereka miliki. Entah itu boneka atau mainan lainnya. Selain itu, mereka juga pernah minta dibawa ke taman yang sama, yang pernah dikunjungi oleh kedua almarhumah kakaknya. Faktanya, mereka bahkan belum pernah tahu dan belum pernah ke sana.

Orang tuanya mengakui bahwa kedua putri kembarnya ini memiliki ciri yang mirip dengan kakak-kakaknya yang sudah meninggal. Jennifer misalnya, dia memiliki tanda lahir yang sama dengan almarhumah Jacqueline.

Apakah saudara kembar ini adalah reinkarnasi Joanna dan Jacqueline? | Photo copyright Viralnova.com



Kasus mereka termasuk 1 dari sekian misteri kehidupan yang coba dipecahkan di dunia. Namun masih belum ada jawaban yang pasti. Salah seorang psikolog yang mengamati hal ini, Dr. Ian Stevenson, mengatakan bahwa penelitian yang ia lakukan menunjukkan adanya gejala bahwa kedua saudara kembar ini merupakan reinkarnasi dari kedua kakaknya.

Masih belum ada yang bisa memastikan reinkarnasi itu terjadi. Karena kematian dan kehidupan setelahnya adalah misteri yang tak pernah diketahui manusia. Dan entah apakah hal ini berhubungan dengan kinerja otak manusia. Meski begitu, tahun 2006 sebuah studi di Metro mengatakan bahwa ada 2500 kasus serupa dalam 40 tahun terakhir.

Well, percaya atau tidak pada reinkarnasi, hal itu tergantung dengan keyakinan kita masing-masing. Namun dengan mengetahui kisah ini, kita bisa tahu ada banyak pengetahuan dan misteri yang belum terungkap yang tak bisa dimengerti hanya dengan logika yang kita miliki.

sumber: vemale.com
editor: Berita Alam Kubur.

Pengikut

Postingan Populer