Cerita Tentang Para Ahli Kubur

Jumat, 18 Februari 2022

Tanda-Tanda Rumah Sering Dimasuki Malaikat

Sebenarnya Allah Swt menugaskan malaikat untuk mengunjungi rumah-rumah kaum muslimin dengan membawa rahmat bersamanya.

Maka dari itu, kehadiran malaikat di rumah sangatlah penting agar penghuninya selalu diiringi keberkahan dan lindungan-Nya.

Sering disebutkan bahwa ada beberapa ciri-ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat, seperti rumah yang terdapat patung, anjing, atau bahkan dihuni oleh orang pelit.

Lantas, bagaimana ciri-ciri rumah yang dimasuki oleh malaikat?

Simak penjelasan ciri-ciri rumah yang dimasuki malaikat berikut ini, ya!
 

Ciri-Ciri Rumah yang Dimasuki Malaikat


1. Rumah yang Selalu Digunakan untuk Berdzikir

Salah satu ciri-ciri rumah yang dimasuki malaikat adalah rumah yang pemiliknya senantiasa berdzikir menyebut nama-nama Allah.

Dzikir pun menjadi salah satu ibadah yang sangat mudah dikerjakan, bisa kapan saja dan di mana saja.

Oleh karena itu, salah satu tempat yang tak boleh luput dari bacaan dzikir adalah rumah kita sendiri.

Apabila penghuni rumah senantiasa berdzikir, maka malaikat pasti akan mudah mengunjungi rumah kita.


2. Rumah yang Digunakan untuk Membaca Ayat Suci Al-Qur’an

Bagi kaum muslimin, Al-Qur’an adalah kitab suci yang berperan sebagai pedoman hidup serta pemisah antara yang hak dan batil atau antara yang benar dan salah.

Mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an dapat menenangkan hati, baik bagi pembacanya sendiri maupun orang lain yang mendengarkan.

Tak hanya itu saja, rumah yang sering digunakan untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an akan dihadiri oleh malaikat dan tinggalkan oleh setan-setan.

Berdasarkan hadis riwayat Ibnu Sirin, Rasulullah saw bersabda:


“Sesungguhnya, rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur’an, maka lapanglah penghuninya, banyak kebaikan, malaikat menghadirinya dan setan-setan meninggalkannya. Sebaliknya, rumah yang tidak dibacakan Al-Qur’an, maka sempitlah penghuninya, sedikit kebaikannya, malaikat meninggalkannya dan setan-setan mendekatinya.”



3. Rumah yang Pemiliknya Senantiasa Menegakkan Salat


Salat adalah ibadah paling utama bagi seorang muslim, sebab salat berperan sebagai tiang agama.

Oleh karena itu, sebagai muslim, kita tak boleh lupa mendirikan salat.

Rumah yang pemiliknya senantiasa melaksanakan salat akan membuat malaikat datang berkunjung ke rumah tersebut.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:

 “Di tengah-tengah kalian ada malaikat yang silih berganti bertugas mengiringi kalian di waktu malam dan siang hari. Mereka bertemu ketika waktu salat Ashar dan waktu salat Subuh. Malaikat yang mengawasi kalian naik ke langit, lantas Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hambaku?’, para malaikat menjawab ‘Kami tinggalkan mereka sedang mereka tengah mendirikan sholat, dan kamu datangi mereka sedang mereka mendirikan sholat’.”


4. Rumah yang Digunakan untuk Bersedekah

Ciri-ciri rumah yang dimasuki malaikat yang terakhir adalah rumah yang digunakan untuk bersedekah.

Malaikat akan datang di waktu Subuh saat seorang muslim menginfakkan harta yang Allah Swt titipkan kepadanya.

Hal ini pun disebutkan dalam sebuah hadis:

 “Tidak ada satu Subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa, ‘Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak,’ sedangkan yang satunya berdoa ‘Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

sumber:

99.co

Kamis, 22 Juli 2021

3 Fakta Tentang Nabi Adam as

 

Pernah dengar tentang pernyataan Nabi Adam tingginya mencapai 25 meter? Apakah itu hoax atau fakta ya? Simak saja penjelasan mengenai fakta Nabi Adam di sini!

Sebagai manusia yang pertama kali diciptakan, ada sangat banyak misteri yang meliputi Nabi Adam.

Salah satu misteri tersebut adalah tinggi badan Nabi Adam, apakah benar sangat tinggi atau tingginya seperti manusia sekarang?

Yuk, simak jawabannya di artikel fakta Nabi Adam di bawah ini!

Fakta Nabi Adam Menurut Hadis

1. Tingginya Mencapai 60 Hasta

fakta nabi adam tinggi 25 meter

Pernah dengar pernyataan bahwa tinggi Nabi Adam mencapai 25 hingga 30 meter?

Ternyata pernyataan ini muncul dari sebuah hadis sahih, lo!

Dalam sebuah hadis, tertulis bahwa Nabi Adam memiliki ciri-ciri di antarnya tubuh setinggi 60 hasta atau setinggi 27,432 meter.

Berikut adalah isi dari hadis tersebut:

“Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dari Ma’mar dari Hammam dari (Abu Hurrairah) dari Nabi Saw beliau bersabda…

… “Telah Allah cipta Adam dengan semua ciri fisiknya, tinggi enam puluh hasta. Selesai Allah menciptanya, Allah berfirman …

… ”Sana pergi, dan ucapkanlah salam kepada malaikat yang duduk itu dan dengarkan baik-baik bacaan salam mereka kepadamu, sebab itu sebagai salam penghormatanmu dan juga anak cucu keturunanmu.” …

…Adam mengucapkan “Assalamu’alaikum” para malaikat menjawab “Assalamu’alaika warohmatullah,” dan mereka menambahnya lagi dengan “Wabarokaatuh”….

…Maka siapa pun yang masuk surga, ciri fisiknya seperti Adam (tingginya enam puluh hasta), namun manusia semenjak zaman Adam tingginya berkurang hingga sekarang.” (HR Bukhari).

2. Dibuat dari Inti Tanah di Bumi

gambar inti bumi

Hingga saat ini, masih ada pertanyaan terkait penamaan Nabi Adam dan pembuatan Nabi Adam.

Banyak orang yang mengatakan nama Adam berasal dari material pembuat Adam, yakni inti tanah di bumi.

Namun, ada juga orang-orang yang mengatakan Adam tidak terbuat dari inti tanah di bumi, melainkan dari berbagai macam unsur.

Karena terbuat dari berbagai macam unsur, Adam pun menjadi berwarna, sehingga dinamakan Adam.

Penciptaan Adam pun tidak akan sempurna tanpa ruh yang dihembuskan oleh Allah Swt pada Adam.

Dengan dihembuskannya ruh tersebut, Adam pun menjadi makhluk yang dikaruniai oleh akal.

3. Penciptaan Nabi Adam Dilakukan pada Hari Jumat

fakta nabi adam diciptakan jumat

Menurut sebuah hadis, manusia pertama, yakni Adam, diciptakan pada hari Jumat.

Adam diciptakan tanpa Ayah dan Ibu, setelah menjadi makhluk yang sempurna, Allah Swt pun meniupkan ruh pada jasad tersebut.

Selain itu, hari Jumat pun menjadi hari ketika Adam diturunkan oleh Allah ke bumi karena memakan buah pohon khuldi.

 

sumber:

www.99.co by

Kamis, 28 Januari 2021

Kondisi Mengerikan di Neraka

 

Tuhan telah memperhatikan apa yang wanita itu perbuat selama di dunia dan mengatakan bahwa semua sudah terlambat untuk disesali. 

Mora kemudian mengaku wanita itu mengutusnya untuk menginformasikan ke banyak orang tentang apa yang telah dilihatnya (neraka).

Mora pun terus memaparkan betapa mengerikannya berada di neraka. Ada banyak belerang yang digunakan untuk melipatgandakan api. 

Tak hanya itu, iblis pun akan tertawa ketika menyaksikan rasa sakit yang dirasakan manusia ketika disiksa.

Mora mengaku Tuhan berkata kepadanya bahwa inilah cara orang membayar apa yang tidak mereka sesali. 

Mora pun mengaku akan menghabisi sisa hidupnya sebagai seorang Kristen yang taat dan meyakini surga.

 

sumber

https://www.liputan6.com/citizen6/read/3366631/mati-suri-gadis-ini-klaim-lihat-michael-jackson-di-neraka

Kamis, 03 Desember 2020

Kunjungan Ahli Kubur ke Neraka dan Surga

Kisah mati suri seseorang yang beragama lain, apakah sama halnya dengan seseorang yang beragama Islam? 

CRACOW, POLANDIA (Kantor Berita Katolik1). Romo Larry Lazarus, O.F.M. bangkit dari mati pekan ini. Imam Polandia itu secara resmi dinyatakan meninggal selama tiga menit. Ia menjadi sukarelawan dalam operasi cangkok usus buntu yang pertama kali di dunia - dengan ikhlas menyerahkan usus buntunya kepada seorang anak kecil yang dilahirkan tanpa usus buntu.

“Tiba-tiba saya mendapati diri saya melayang-layang di atas meja operasi memandangi tubuh ragawi saya sendiri,” ceritera Rm Lazarus. “Kemudian, saya menelusuri suatu lorong panjang menuju suatu sinar yang amat terang. Lalu saya terjatuh dan mendapatkan diri saya berada di neraka.”


KUNJUNGAN KE NERAKARm Lazarus, OFM

Setan menyambut saya. Saya tahu bahwa dia adalah setan karena pakaian dalamnya berwarna merah dan bara api memancar dari kepalanya. Ketika saya mendekat, tahulah saya bahwa nyala api yang memancar itu sebenarnya hanyalah rambut palsu yang kasar buatannya. Ya, setan sungguh memakai rambut palsu!

Setan mencengkeram leher saya. Ia merenggangkan leher saya hingga panjangnya mencapai 6 kaki (kira-kira 2 meter). Saya merasa seperti telah menjadi seekor jerapah. Setan membuka pintu gerbang neraka dan mendorong saya masuk. Saya terperanjat mendapati bahwa neraka ternyata tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya.

Tidak ada bara ataupun api. Neraka adalah suatu ruangan yang amat luas dengan meja makan besar penuh dengan berbagai macam hidangan yang berlimpah-ruah banyaknya. Namun demikian, semua orang yang berada di sana tampak kurus dan kelaparan. Saya tahu mengapa. Mereka semua mempunyai leher yang panjang, seperti leher saya. Mereka tidak dapat mengulurkan tangan mereka ke mulut mereka. Beberapa di antara mereka berusaha melemparkan makanan itu ke dalam mulutnya, tetapi makanan itu tidak dapat ditangkapnya. Meskipun tersedia makanan berlimpah-ruah, tidak seorang pun dapat makan!

Saya telah mengucapkan kaul kemiskinan di bumi, jadi saya tahu seperti apa rasanya lapar itu. Tetapi, neraka ini akan amat sangat mengerikan. Saya akan tergoda oleh makanan-makanan enak ini untuk selama-lamanya dan tidak dapat menikmati sedikit pun darinya.

Tiba-tiba sebuah lonceng berbunyi dan seorang setan kecil datang berlari-lari. Ia kelihatan sedih dan membisikkan sesuatu kepada setan. Setan menyeringai dengan cara yang menyebalkan. “Kamu harus pergi dari sini,” gerutunya. “Telah terjadi kesalahan administrasi, Romo. Seharusnya anda ditempatkan di surga.”


KUNJUNGAN KE SURGA

Dapat kalian bayangkan betapa leganya hati saya dapat pergi dari neraka. Setan kecil membawa saya ke sebuah lift dan saya meluncur ke tingkat triliun. Pintu lift terbuka dan Abraham menyambut saya. Ia membuka pintu gerbang surga dan mempersilakan saya masuk. Lagi-lagi saya terperanjat karena ternyata surga sama seperti neraka. Ruangannya sama luasnya. Meja makannya juga sama besarnya dengan berbagai macam hidangan berlimpah di atasnya. Dan yang paling mengerikan, semua orang di surga juga mempunyai leher yang panjangnya 2 meter!

Ketika saya semakin dekat, barulah saya menyadari perbedaannya. Semua orang di surga dalam keadaan berbahagia dan sehat. Kalian tahu, setiap orang makan secara bergantian. Separuh dari mereka berdiri di atas kursi dan menyuapkan makanan kepada yang lain. Kemudian mereka duduk dan mereka yang sudah makan ganti menyuapi mereka. Itulah perbedaan besar antara surga dan neraka: saling berbagi!

(cerita diilhami dari Lukas 16: 19-31)

sumber : News For Kids, Fr Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Richard Lonsdale.”

Sumber:
http://www.indocell.net/yesaya/pustaka/id393.htm


 

Selasa, 04 Desember 2018

Hanya Lemak dan Sepotong Kain - Pelindung Api Neraka Ahli Kubur ini

Pada suatu hari, Rasulullah SAW menerima tamu seorang wanita yang terlihat mengalami sakit di tangannya.

Wanita tersebut berkata,
"Wahai utusan Allah, tolong berdoalah kepada Allah untukku agar sakit di tanganku ini bisa sembuh dan mengembalikan kondisi tangan kananku sebagaimana keadaan semula."


"Apa yang membuat tangan kananku menjadi kering seperti terbakar bagitu?" tanya Rasulullah SAW.

Wanita itu langsung saja bercerita bahwa dirinya bermimpi, seakan-akan hari kiamat telah terjadi.

Sedangkan neraka Jahannam telah berkobar-kobar dan surga telah disiapkan.

Terdapat jurang-jurang yang curam dan mencekam di dalam neraka.

Aku melihat tubuh ubuku terbakar, berada di salah satu sisi neraka Jahannam.

Di tangannya terdapat sepotong lemak.

Sementara tangan lainnya memegang sepotong kain yang dipergunakan untuk melindungi diri dari api neraka.

Subhanallah....

Minggu, 02 Desember 2018

Kuburan Jebol - Tiga Mayat Keluar dari Kubur

Hujan deras yang mengguyur Bogor pada Minggu (11/11) lalu membuat tiga janazah keluar dari kubur di tempat pemakaman umum (TPU) Cikaret, Bogor Selatan.

Air hujan terus memasuki area pemakaman hingga membuat tembok pembatas makam ikut jebol. Akibatnya, tiga jenazah terbawa arus hingga keluar dari kubur.

Senin (12/11) pagi, operasi pencarian pun menyita perhatian warga di RW 12, Kelurahan Cikaret. "Ketemu… nih ketemu,” teriak seorang petugas mengenakan rompi oranye yang ikut membantu mencari jenazah.

Menurut Ketua RW 12 Esma Subakti, jenazah yang keluar dari kubur itu lokasinya berada di pinggir tembok yang jebol. “Iya, tiga makam itu ada di pinggir tembok. Karena temboknya ambrol, jadi jenazahnya itu keluar,” kata Esma.

Saat pencarian, petugas berhasil menemukan jenazah yang masih berbalut kain kafan. Perlahan kain itu pun dibersihkan dari tumpukan tanah. Kain kafan itu pun sudah lusuh, lepek dan terlipat di beberapa bagian. “Itu mah Bu Oom,” ujar seorang warga.

Ya, jasad yang berbentuk tulang belulang itu merupakan jasad Ibu Romlah alias Bu Oom, yang dikenali dari tanda di kainnya. Almarhumah Oom dimakamkan di TPU yang diisi ratusan makam itu sejak enam tahun lalu. Perlahan, petugas mengangkat kain tersebut dan menutupnya dengan tikar berwarna cokelat.

Petugas dan warga pun kembali melakukan penggalian. Sebab, di TPU tersebut ada tiga makam yang terdampak derasnya arus air yang menjebol bendungan di sekitar TPU. Tanah longsor itu tak terhindarkan, tiga makam ikut terbawa.

Hanya selang 20 menit kemudian, bapak bertopi lalu dengan lantang berujar. “Tah hiji deui,” ucapnya.

sumber:
jpnn.com

Minggu, 14 Oktober 2018

Saksi Mata Ismail - Masjid Jami Tetap Utuh Meski Tsunami Menerjang

Subhanallah...
Ajaib, Masjid Jami Pantoloan masih utuh sekalipun Tsunami menerjang Palu. Pada saat azan maghrib, Palu dihajar tsutanami berkekuatan 7,4 SR.

Ini dikutip dari jpnn.com, dengan judul "Gelombang Tsunami Hanya Lewat di Atas Kubah Masjid Jami"

jpnn.com, PALU - Masjid Jami di Pantoloan, Tawaeli Kota Palu masih berdiri tegak meski dihajar tsunami 28 September lalu.

Ismail, 49, seorang saksi mata mengatakan, gelombang tsunami tidak menghajar rumah ibadah, tempat dia biasa menjalankan salat lima waktu itu. Dia mengaku kaget, gelombang tinggi tsunami seakan enggan menghancurkan Masjid Jami Pantoloan.

Padahal masjid tersebut hanya berlokasi sejauh 50 meter dari garis pantai. Sementara kondisi permukiman warga dan pepohonan yang berada di lingkungan masjid luluh lantak diterjang gelombang tsunami.

"Pada saat terjadi tsunami di dalam masjid, cukup besar meninggi sekitar 12 meter lebih ketinggian air melewati masjid," kata Ismail menceritakan dengan antusias kepada JawaPos.com di Masjid Jami Pantoloan, Kelurahan Pantoloan, Palu Utara, Sabtu (13/10).

Ketika muadzin sedang mengumandangkan azan untuk memanggil warga melaksanakan salat maghrib, warga dikagetkan oleh gempa berkekuatan 7,4 skala Richter (SR). Banyak warga berhamburan untuk menyelamatkan diri dari guncangan keras tersebut.

Bak karpet yang digoyangkan, Ismail mengaku tidak mampu berdiri tegak saat gempa berkekuatan besar tersebut mengguncang wilayah Sulteng. Namun sebagian jemaah yang berada di Masjid Jami Pantoloan tetap berniat untuk menjalankan ibadah salat maghrib.

Ketika lafadz 'hayya alassholah' dikumandangkan, secara tiba-tiba gelombang air laut meninggi, menghantam yang ada di depannya terkecuali Masjid Jami Pantoloan.


"Tidak terbelah dua, dia bergelombang naik meninggi ke atas kubah masjid," ujar Ismail bercerita.

Masjid bercat hijau itu seolah berada di bawah gelombang tsunami, tidak terlihat pecahan kaca yang menempel di dinding masjid. Namun hanya pagar masjid yang telihat hancur diterjang amukan air laut tersebut.

"Setelah surut baru sempat masuk ke dalam masjid, tapi enggak sampai penuh masuk ke dalam. Sekitar di bawah lutut kaki," ujar Ismail.

Sementara itu saksi mata lainnya, Muhammad Alif Firmansyah, 18, menceritakan betapa dahsyatnya guncangan gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan wilayah Sulteng.

Alif terkejut tiba-tiba desanya diguncang gempa 7,4 SR. Saat itu, sambung Alif, banyak warga yang jatuh hingga terbalik akibat goyangan gempa tersebut. "Waktu gempa ada yang tersalto hingga terjatuh," ungkap Alif.

Tidak lama kemudian, secara tiba-tiba gelombang air laut meninggi menyapu semua yang ada di daratan. Dia pun mengaku gelombang tsunami itu seolah melewati Masjid Jami Pantoloan.

Warga pun berhamburan seraya mengucap dzikir mengingat Sang Pencipta. "Waktu tsunami terbelah, air itu terbelah, air itu lompat melewati masjid," terang Alif mengingat peristiwa mencekam itu.

Alif kaget dan merasa kagum, rumah ibadah umat Islam tersebut tetap berdiri kukuh meski terdapat peristiwa tsunami. "Sebenarnya kalau tidak ada masjid ini semua rumah tersapu," paparnya.

Usai gempa dan tsunami, lanjut Alif, banyak relawan yang menyumbangkan bantuan untuk keperluan masjid tersebut. "Banyak orang melihat masjid ini kagum, banyak orang memberikan bantuan seperti karpet, genset dan bantuan lainnya," pungkasnya.

sumber:
https://www.jpnn.com/news/gelombang-tsunami-hanya-lewat-di-atas-kubah-masjid-jami

Sabtu, 02 Juni 2018

Ulama Mati Lalu Hidup Lagi Karena Bernadzar

Suatu saat, Abdullah bin Umar Al Baidlawi sudah dianggap meninggal oleh orang-orang di sekitarnya.

Usai dirawat sebagaimana jenazah pada lazimnya, ia dikebumikan dan diratakan tanah di atas pusaranya.

Namun, setelah dikubur, Abdullah ternyata belum mati. Hanya jantung dan napasnya yang berhenti sementara.

Demikian dikatakan Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Muhdlar dari Hadramaut, Yaman saat menjawab pertanyaan salah satu pengunjung tentang mati suri dalam acara Haflah Akhir Sanah Pesantren Darut Tauhid Al Huda, Jatilawang, Wanayasa, Banjarnegara.

Ia melanjutkan, karena orang tersebut hidup namun tidak bisa keluar dari dalam kuburan, Abdullah bin Umar kemudian bernadzar. Jika saya bisa hidup kembali ke dunia sebagaimana semula, aku bernadzar akan menafsiri Al-Qur’an.

Ternyata, tidak sampai selang waktu lama, ada seorang yang berprofesi sebagai pencuri kain kafan datang menggali kuburan di mana Abdullah dikebumikan. Ia kaget bukan kepalang. Jenazah yang ia gali dapat bergerak sendiri. Ia pun lari tunggang-langgang.

Habib muda ini melanjutkan, jenazah yang hidup lagi ini lalu menyeru kepada pencuri, “Hai, jangan lari, kemari! Begini, kamu ini ingin mencuri kain kafanku bukan?”

“Iya,” jawab pencuri.

“Sekarang, bawalah kain kafanku ini dan katakan kepada orang kampung suruh mereka mengirimkanku pakaian kemari,” pesan Abdullah. Dan benar, setelah kembali, Abdullah bin Umar ini menyusun tafsir Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta’wil yang terkenal dengan Tafsir Al-Baidlawi.

Habib Muhdlar menyimpulkan dengan adanya kisah tersebut, bahwa siapa pun dalam memutuskan perkara harus ada kalimat wallahu a’lam. Manusia hanya memutuskan yang tampak lahir saja. Sedangkan hakikatnya hanya Allah yang maha tahu.

“Seperti dokter di akhir zaman ini yang langsung memvonis mati salah satu pasien, misalnya. Mereka tanpa mengatakan allahu a‘lam. Padahal ini hanya pengetahuan saja. Bukan hakikat sebagaimana yang terjadi dalam cerita di atas,” tandasnya.

Maka tak jarang, lanjutnya, banyak orang mati yang hakikatnya belum mati namun ia mati justru baru saat ia dikubur, karena ia tak bisa bernapas atau yang lainnya sedangkan dokter memang sudah memberikan vonis mati. Di sinilah pentingnya kalimat allahu a’lam.

Terakhir, dai dari Yaman ini berpesan supaya tidak terlalu terburu-buru dalam mengurus jenazah. Cepat itu perlu, tapi jangan terlalu. Ciri-ciri orang mati setidaknya ada tiga hal, di antaranya hidung yang sudah melenceng, seperti meleleh ke samping, telapak kaki yang sudah tidak tegak ke atas, dan mulut yang berbau busuk. (Mundzir/Zunus)

sumber:
nu.or.id

Pengikut

Postingan Populer