Cerita Tentang Para Ahli Kubur

Selasa, 04 Desember 2018

Hanya Lemak dan Sepotong Kain - Pelindung Api Neraka Ahli Kubur ini

Pada suatu hari, Rasulullah SAW menerima tamu seorang wanita yang terlihat mengalami sakit di tangannya.

Wanita tersebut berkata,
"Wahai utusan Allah, tolong berdoalah kepada Allah untukku agar sakit di tanganku ini bisa sembuh dan mengembalikan kondisi tangan kananku sebagaimana keadaan semula."


"Apa yang membuat tangan kananku menjadi kering seperti terbakar bagitu?" tanya Rasulullah SAW.

Wanita itu langsung saja bercerita bahwa dirinya bermimpi, seakan-akan hari kiamat telah terjadi.

Sedangkan neraka Jahannam telah berkobar-kobar dan surga telah disiapkan.

Terdapat jurang-jurang yang curam dan mencekam di dalam neraka.

Aku melihat tubuh ubuku terbakar, berada di salah satu sisi neraka Jahannam.

Di tangannya terdapat sepotong lemak.

Sementara tangan lainnya memegang sepotong kain yang dipergunakan untuk melindungi diri dari api neraka.

Subhanallah....

Minggu, 02 Desember 2018

Kuburan Jebol - Tiga Mayat Keluar dari Kubur

Hujan deras yang mengguyur Bogor pada Minggu (11/11) lalu membuat tiga janazah keluar dari kubur di tempat pemakaman umum (TPU) Cikaret, Bogor Selatan.

Air hujan terus memasuki area pemakaman hingga membuat tembok pembatas makam ikut jebol. Akibatnya, tiga jenazah terbawa arus hingga keluar dari kubur.

Senin (12/11) pagi, operasi pencarian pun menyita perhatian warga di RW 12, Kelurahan Cikaret. "Ketemu… nih ketemu,” teriak seorang petugas mengenakan rompi oranye yang ikut membantu mencari jenazah.

Menurut Ketua RW 12 Esma Subakti, jenazah yang keluar dari kubur itu lokasinya berada di pinggir tembok yang jebol. “Iya, tiga makam itu ada di pinggir tembok. Karena temboknya ambrol, jadi jenazahnya itu keluar,” kata Esma.

Saat pencarian, petugas berhasil menemukan jenazah yang masih berbalut kain kafan. Perlahan kain itu pun dibersihkan dari tumpukan tanah. Kain kafan itu pun sudah lusuh, lepek dan terlipat di beberapa bagian. “Itu mah Bu Oom,” ujar seorang warga.

Ya, jasad yang berbentuk tulang belulang itu merupakan jasad Ibu Romlah alias Bu Oom, yang dikenali dari tanda di kainnya. Almarhumah Oom dimakamkan di TPU yang diisi ratusan makam itu sejak enam tahun lalu. Perlahan, petugas mengangkat kain tersebut dan menutupnya dengan tikar berwarna cokelat.

Petugas dan warga pun kembali melakukan penggalian. Sebab, di TPU tersebut ada tiga makam yang terdampak derasnya arus air yang menjebol bendungan di sekitar TPU. Tanah longsor itu tak terhindarkan, tiga makam ikut terbawa.

Hanya selang 20 menit kemudian, bapak bertopi lalu dengan lantang berujar. “Tah hiji deui,” ucapnya.

sumber:
jpnn.com

Minggu, 14 Oktober 2018

Saksi Mata Ismail - Masjid Jami Tetap Utuh Meski Tsunami Menerjang

Subhanallah...
Ajaib, Masjid Jami Pantoloan masih utuh sekalipun Tsunami menerjang Palu. Pada saat azan maghrib, Palu dihajar tsutanami berkekuatan 7,4 SR.

Ini dikutip dari jpnn.com, dengan judul "Gelombang Tsunami Hanya Lewat di Atas Kubah Masjid Jami"

jpnn.com, PALU - Masjid Jami di Pantoloan, Tawaeli Kota Palu masih berdiri tegak meski dihajar tsunami 28 September lalu.

Ismail, 49, seorang saksi mata mengatakan, gelombang tsunami tidak menghajar rumah ibadah, tempat dia biasa menjalankan salat lima waktu itu. Dia mengaku kaget, gelombang tinggi tsunami seakan enggan menghancurkan Masjid Jami Pantoloan.

Padahal masjid tersebut hanya berlokasi sejauh 50 meter dari garis pantai. Sementara kondisi permukiman warga dan pepohonan yang berada di lingkungan masjid luluh lantak diterjang gelombang tsunami.

"Pada saat terjadi tsunami di dalam masjid, cukup besar meninggi sekitar 12 meter lebih ketinggian air melewati masjid," kata Ismail menceritakan dengan antusias kepada JawaPos.com di Masjid Jami Pantoloan, Kelurahan Pantoloan, Palu Utara, Sabtu (13/10).

Ketika muadzin sedang mengumandangkan azan untuk memanggil warga melaksanakan salat maghrib, warga dikagetkan oleh gempa berkekuatan 7,4 skala Richter (SR). Banyak warga berhamburan untuk menyelamatkan diri dari guncangan keras tersebut.

Bak karpet yang digoyangkan, Ismail mengaku tidak mampu berdiri tegak saat gempa berkekuatan besar tersebut mengguncang wilayah Sulteng. Namun sebagian jemaah yang berada di Masjid Jami Pantoloan tetap berniat untuk menjalankan ibadah salat maghrib.

Ketika lafadz 'hayya alassholah' dikumandangkan, secara tiba-tiba gelombang air laut meninggi, menghantam yang ada di depannya terkecuali Masjid Jami Pantoloan.


"Tidak terbelah dua, dia bergelombang naik meninggi ke atas kubah masjid," ujar Ismail bercerita.

Masjid bercat hijau itu seolah berada di bawah gelombang tsunami, tidak terlihat pecahan kaca yang menempel di dinding masjid. Namun hanya pagar masjid yang telihat hancur diterjang amukan air laut tersebut.

"Setelah surut baru sempat masuk ke dalam masjid, tapi enggak sampai penuh masuk ke dalam. Sekitar di bawah lutut kaki," ujar Ismail.

Sementara itu saksi mata lainnya, Muhammad Alif Firmansyah, 18, menceritakan betapa dahsyatnya guncangan gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan wilayah Sulteng.

Alif terkejut tiba-tiba desanya diguncang gempa 7,4 SR. Saat itu, sambung Alif, banyak warga yang jatuh hingga terbalik akibat goyangan gempa tersebut. "Waktu gempa ada yang tersalto hingga terjatuh," ungkap Alif.

Tidak lama kemudian, secara tiba-tiba gelombang air laut meninggi menyapu semua yang ada di daratan. Dia pun mengaku gelombang tsunami itu seolah melewati Masjid Jami Pantoloan.

Warga pun berhamburan seraya mengucap dzikir mengingat Sang Pencipta. "Waktu tsunami terbelah, air itu terbelah, air itu lompat melewati masjid," terang Alif mengingat peristiwa mencekam itu.

Alif kaget dan merasa kagum, rumah ibadah umat Islam tersebut tetap berdiri kukuh meski terdapat peristiwa tsunami. "Sebenarnya kalau tidak ada masjid ini semua rumah tersapu," paparnya.

Usai gempa dan tsunami, lanjut Alif, banyak relawan yang menyumbangkan bantuan untuk keperluan masjid tersebut. "Banyak orang melihat masjid ini kagum, banyak orang memberikan bantuan seperti karpet, genset dan bantuan lainnya," pungkasnya.

sumber:
https://www.jpnn.com/news/gelombang-tsunami-hanya-lewat-di-atas-kubah-masjid-jami

Sabtu, 02 Juni 2018

Ulama Mati Lalu Hidup Lagi Karena Bernadzar

Suatu saat, Abdullah bin Umar Al Baidlawi sudah dianggap meninggal oleh orang-orang di sekitarnya.

Usai dirawat sebagaimana jenazah pada lazimnya, ia dikebumikan dan diratakan tanah di atas pusaranya.

Namun, setelah dikubur, Abdullah ternyata belum mati. Hanya jantung dan napasnya yang berhenti sementara.

Demikian dikatakan Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Muhdlar dari Hadramaut, Yaman saat menjawab pertanyaan salah satu pengunjung tentang mati suri dalam acara Haflah Akhir Sanah Pesantren Darut Tauhid Al Huda, Jatilawang, Wanayasa, Banjarnegara.

Ia melanjutkan, karena orang tersebut hidup namun tidak bisa keluar dari dalam kuburan, Abdullah bin Umar kemudian bernadzar. Jika saya bisa hidup kembali ke dunia sebagaimana semula, aku bernadzar akan menafsiri Al-Qur’an.

Ternyata, tidak sampai selang waktu lama, ada seorang yang berprofesi sebagai pencuri kain kafan datang menggali kuburan di mana Abdullah dikebumikan. Ia kaget bukan kepalang. Jenazah yang ia gali dapat bergerak sendiri. Ia pun lari tunggang-langgang.

Habib muda ini melanjutkan, jenazah yang hidup lagi ini lalu menyeru kepada pencuri, “Hai, jangan lari, kemari! Begini, kamu ini ingin mencuri kain kafanku bukan?”

“Iya,” jawab pencuri.

“Sekarang, bawalah kain kafanku ini dan katakan kepada orang kampung suruh mereka mengirimkanku pakaian kemari,” pesan Abdullah. Dan benar, setelah kembali, Abdullah bin Umar ini menyusun tafsir Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta’wil yang terkenal dengan Tafsir Al-Baidlawi.

Habib Muhdlar menyimpulkan dengan adanya kisah tersebut, bahwa siapa pun dalam memutuskan perkara harus ada kalimat wallahu a’lam. Manusia hanya memutuskan yang tampak lahir saja. Sedangkan hakikatnya hanya Allah yang maha tahu.

“Seperti dokter di akhir zaman ini yang langsung memvonis mati salah satu pasien, misalnya. Mereka tanpa mengatakan allahu a‘lam. Padahal ini hanya pengetahuan saja. Bukan hakikat sebagaimana yang terjadi dalam cerita di atas,” tandasnya.

Maka tak jarang, lanjutnya, banyak orang mati yang hakikatnya belum mati namun ia mati justru baru saat ia dikubur, karena ia tak bisa bernapas atau yang lainnya sedangkan dokter memang sudah memberikan vonis mati. Di sinilah pentingnya kalimat allahu a’lam.

Terakhir, dai dari Yaman ini berpesan supaya tidak terlalu terburu-buru dalam mengurus jenazah. Cepat itu perlu, tapi jangan terlalu. Ciri-ciri orang mati setidaknya ada tiga hal, di antaranya hidung yang sudah melenceng, seperti meleleh ke samping, telapak kaki yang sudah tidak tegak ke atas, dan mulut yang berbau busuk. (Mundzir/Zunus)

sumber:
nu.or.id

Senin, 23 April 2018

Masih SMA Mati Suri - Setelah Bermain Futsal

Mati suri adalah keadaan saat usaha-usaha untuk menghidupkan kembali dilakukan sebelum seseorang menjadi hidup kembali.(wikipedia).

Ringkasnya:

Teman kita yang baru saja mengalami mati suri itu diberi inisial F. F merupakan salah satu teman laki-laki pemilik akun tersebut semasa SMA.

Kabar meninggalnya F secara mendadak membuat teman-temannya geger. Ia meninggal dunia pukul 12 siang setelah bermain futsal bersama teman-teman kampusnya.

Kematian mendadak F tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya. Sepulang bermain futsal, F meminta sang ibu untuk membuatkannya wedang jahe.
Tiba-tiba, F cegukan saat sedang tiduran di sofa ruang tamu rumahnya. F saat itu sudah dalam kondisi pucat dan kuku-kukunya membiru.

Tak hanya itu, tubuhnya juga dingin. Kemudian, F sudah tidak bernafas. Saat ditanya bagaimana rasanya sakaratul maut, F menjawab,

"Kamu masih inget pas aku kelas 11 kecelakaan sampe leherku patah dan koma 5 hari? Sakitnya lebih dari itu. Gak bisa dijelaskan, yg jelas sakit banget. Sampe sekarang aja masih membekas. Padahal cuma bayangin, tapi ngilunya kerasa sampe ke tulang. Ngeri."

Menurut pengakuan F, setelah nyawanya tercabut, ia masih bisa melihat ibunya yang menangis sambil meminta pertolongan tetangga.

Berlanjut pada pengalaman setelah nyawa terpisah dari tubuhnya, F mengaku dibawa ke tempat gelap dan bertemu dengan sosok tinggi berjubah hitam.

Saat menceritakan pengalaman tersebut, F masih sempat melemparkan candaannya.

"Miris rasanya. Sebelum meninggal aku malah asik-asik main futsal, misuh gak jelas, beberapa hari sebelumnya malah nonton video gak bener mungkin malaikat yg mau nyabut nyawa tuh ngetawain aku dan ngebatin,

'Ealah, le. Dino iki kon seneng2, ngkok lek ketemu aku nangis kepoyo kon.' (Ealah, le. Hari ini km seneng2, ntar klo ketemu aku nangis sampe ngompol km)."

Penderitaan F akhirnya selesai ketika ia diajak jalan oleh sosok yang membimbingnya. Ia kemudian menaiki tangga sendirian yang membuat dadanya sesak.

Jawaban yang diterima F rupanya sungguh di luar dugaan. Tentu saja bangunnya F dari kematian membuat para pelayat geger.

Kejadian itu membuat F berubah. F bahkan menyampaikan pesannya untuk orang-orang saat menceritakan kisahnya itu.

Kisah ini membuat banyak netizen menuliskan balasan mereka.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pengalaman Mati Suri Pemuda ini Viral, Kisahnya Sampai Bikin Netizen Nangis dan Ingat Dosa!, http://surabaya.tribunnews.com/2018/02/21/pengalaman-mati-suri-pemuda-ini-viral-kisahnya-sampai-bikin-netizen-nangis-dan-ingat-dosa?page=3.
Penulis: Any Riaya Nikita
Editor: Any Riaya Nikita

Senin, 19 Maret 2018

Kesaksian Mora yang Mati Suri | Melihat Paus dan Michael Jackson di Neraka

Baru-baru ini Angela Elizabeth Zambrano Mora, gadis asal Ekuador itu membuat publik heboh dengan pernyataannya. Gadis 18 tahun ini mengaku pernah mengalami mati suri selama 23 jam.

Selama itu, dirinya mengaku berada di neraka bersama selebriti dan tokoh terkenal lainnya yang telah meninggal, salah satunya Michael Jackson.

Mora memberikan gambaran bahwa neraka terlihat seperti akhir zaman yang berisi banyak orang, termasuk selebriti. Ya, Mora mengatakan bahwa Tuhan memperingatkannya ada banyak orang terkenal di neraka.

Lebih lanjut, Mora melihat ada seorang wanita yang tengah mendapat siksaan dikelilingi api dan memohon ampun kepada Tuhan. Ketika mendekatinya, Mora bisa mendengar wanita itu menjerit dan memohon pengampunan.

sumber:
http://citizen6.liputan6.com/read/3366631/mati-suri-gadis-ini-klaim-lihat-michael-jackson-di-neraka

Pengikut

Postingan Populer

Arsip Blog