Cerita Tentang Para Ahli Kubur

Sabtu, 07 Juni 2014

Kisah Tukang Kayu dan Mayat Konglomerat di Alam Kubur

Alkisah seorang Konglomerat telah menulis satu surat wasiat :
"Barang siapa yang dapat menjagaku di dalam kubur setelah Aku mati nanti akan kuwarisi separuh dari harta peninggalanku."

Lalu ditanyakanlah hal itu pada anak-anaknya apakah mereka sanggup menjaganya di dalam kubur nanti.

Namun anak-anaknya menjawab, "Mana mungkin kami sanggup menjagamu wahai ayah karena pada masa itu ayahpun sudah menjadi mayat."

Selang keesokan harinya dipanggillah semua adik-adiknya dan beliau berkata,
"Wahai adik-adikku sekalian sanggupkah kamu menjaga aku setelah aku mati nanti selama 40 hari bersamaku di dalam kubur? nanti aku akan memberi setengah daripada hartaku kepada di antara kamu yang sanggup bersamaku."

Dan adik-adiknya pun menjawab, “Wahai abangku, adakah engkau sudah gila mana mungkin ada manusia yg sanggup bersama mayat selama itu di dalam tanah.” Lalu dengan sedih Konglomerat tersebut memanggil ajudannya untuk mengumumkan penawaran istimewanya itu ke seantero negeri.

Akhirnya sampai jugalah pada hari di mana konglomerat tersebut kembali ke Rahmatullah. Kuburnya telah dihias dg megah laksana sebuah peristirahatan termewah yg pernah ada dg semua perlengkapannya.

Pada waktu yang hampir bersamaan seorang Tukang kayu yang sangat miskin telah mendengar akan wasiat tersebut lalu diberitahu kepada isterinya apakah dia perlu mengambil kesempatan ini untuk menjadi kaya.

Isterinya berkata, “Wahai suamiku, apalah artinya menjaga mayat tersebut selama 40 hari dibandingkan kerjamu ketika menebang kayu di dalam hutan dan bertemu dg harimau dan hantu penunggu hutan. Tukang kayu tersebut dengan tergesa-gesa segera datang ke rumah konglomerat tersebut untuk memberitahukan kepada ahli waris konglomerat tersebut akan kesanggupannya.

Keesokan harinya dikebumikanlah jenazah Sang Konglomerat, Si Tukang kayu itu pun ikut turun ke dalam liang lahat bersama kapaknya.

Setelah tujuh langkah para pengantar jenazah meninggalkan area pemakaman tsb, maka datanglah Malaikat Mungkar dan Nakir ke dalam kubur tersebut. Si Tukang kayu menyadari siapa yang datang maka Ia segera agak menjauhkan diri dari mayat konglomerat tersebut.

Terbetik di fikirannya bahwa sudah tiba saatnya Sang konglomerat tersebut akan diinterogasi oleh Mungkar dan Nakir. Tetapi yg terjadi malah sebaliknya, Mungkar dan Nakir malah menuju ke arahnya dan bertanya “Apa yang kau buat di sini” ?. Aku menemani mayat ini selama 40 hari untuk mendapatkan setengah harta wasiatnya” jawab si Tukang kayu. “Apa harta yang ada pada kau sekarang”? lanjut Mungkar-Nakir. “Aku cuma memiliki sebatang kapak ini saja untuk mencari rezeki” timpal si tukang kayu. Kemudian Mugkar-Nakir beritanya lagi “Dari mana kau dapat kapak ini” ?. “Aku membelinya” balas si tukang kayu.

Lalu pergilah Mungkar dan Nakir di hari pertama dari dalam kubur tersebut. Hari kedua Mereka datang lagi dan bertanya “apa yang kau buat dengan kapak ini”?. “Aku menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar untuk dijual” sergah tukang kayu. Di hari ketiga di tanya lagi “Pohon siapa yang kau tebang dengan kapak ini?. “pohon itu adanya di hutan belantara jadi ngak ada yg punya” timpalnya. “Apa Kau yakin” lanjut malaikat.Kemudian Mereka menghilang dan datang lagi di hari ke empat. Kemudian Mereka bertanya lagi “Adakah kau potong pohon tersebut dengan kapak ini dg ukurannya dan beratnya yg sama untuk dijual?. “Aku potong dikira-kira saja, mana mungkin ukurannya bisa sama rata” tegas tukang kayu.

Begitu terus yg dilakukan malaikat Mungkar Nakir datang dan pergi sampai tak terasa sekarang 39 hari sudah dan yg ditanyakan masih berkisar dg kapak tersebut.

Di hari terakhir yang ke 40, datanglah Mungkar dan Nakir sekali lagi bertemu dengan Tukang kayu tersebut. Berkata Mungkar dan Nakir “hari ini aku akan kembali bertanya soal kapak ini”. Belum sempat Mungkar dan Nakir bertanya, si Tukang kayu tersebut malahan dg segera melarikan diri ke atas dan membuka pintu kubur tersebut. Ternyata di luar sdh banyak orang yg menantikan kehadirannya untuk keluar dari kubur tersebut.

Namun si Tukang kayu tersebut dengan tergesa-gesa keluar dan meninggalkan mereka semua dan sambil berkata ambillah semua bagian harta wasiat tersebut oleh kalian karena aku sudah tidak menginginkannya lagi.

Sesampai di rumahnya lalu si isteri berkata wahai suami ku, di manakah setengah harta peninggalan konglomerat tersebut. Maka si Tukang kayu menjawab “Aku tidak menginginkannya lagi, di dunia ini harta yg kumiliki padahal cuma semata kapak ini, tapi malaikat Mungkar dan Nakir sampai 40 hari yg mereka tanyakan dan persoalkan masihlah saja di seputar kapak ini. Bagaimana jadinya kalau hartaku begitu banyak…entah berapa lamanya dan bagaimana Aku menjawabnya”

Allah berfirman ;

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban?)” Al-Qiyamah ayat 36.

Sahabat Rasulullah saw yg paling kaya ialah Abdul Rahman bin Auf ra. Beliau dikatakan adalah sahabat yang paling terakhir masuk surga karena lamanya masa yg digunakan untuk menghisab beliau, seperti dari riwayat Aisyah ra yg pernah mendengar Rasullullah SAW bersabda “Kulihat Abdurrahman bin’Auf masuk surga dengan perlahan-lahan (merangkak)!” (HR Bukhari)

Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda, “Tidak akan bergerak tapak kaki anak Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara yaitu umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, hartanya darimana ia memperolehnya & kemana dibelanjakannya & ilmunya sejauh mana diamalkan?” (HR. Tarmidzi)

Kaya tidak masalah tapi yang menjadi masalah dari mana harta kita dan untuk apa digunakan. Mari sama-sama kita mencari rezeki yang halal dan baik serta digunakan dalam jalan kebaikan.
Itulah Kisah Tukang Kayu dan Mayat Konglomerat di Alam Kubur, semoga bermanfaat.

sumber asal :
amekaw.com
www.blackrocktools.com

Kamis, 24 April 2014

7 Menit Kehidupan Setelah Kematian Manusia

Ada catatan menarik yang bisa kita jadikan bahan pertimbangan yang ditulis oleh saudari kita Diah Sintawati yang pertama berbagi. Beliau juga mengopinya entah dari mana. Yang jelas ambil positifnya dan buang jauh-jauh sisi negatifnya. Jangan sampai deh terjadi perkelahian untuk memperebutkan siapakah yang bertama beerbagi artikel ini.

7 Menit Kehidupan Setelah Kematian Manusia


Taukah kamu bahwa setelah mati , otak manusia akan tetap bekerja selama 7 menit ? dan dalam tujuh menit ini , kita akan mengulang kembali seluruh kejadian dalam hidup kita, dalam sebuah mimpi. mengerikan ?
Setelah mendengar cerita tentang 7 menit kehidupan setelah kematian yang akan kita alami. Saya mencoba mencari tentang ini di dunia maya.

Banyak informasi mengenai masalah ini , tapi saya tidak menemukan penelitian yang valid yang menjelaskannya secara ilmiah. Banyak cerita juga tentang apa yang akan kita alami dalam 7 menit tersebut. Terlepas dari benar atau tidak akan adanya 7 menit kehidupan setelah manusia mati ini , saya akan coba bahas apa yang akan kita alami dalam 7 menit berdasarkan versi cerita yang paling saya suka, jika kehidupan itu memang benar ada.

1. Menit Pertama

Di menit pertama ini , kita akan mengalami kembali masa ketika kita baru dilahirkan kedunia.
Disini kita akan melihat wajah orang pertama yang kita lihat ketika kita lahir , dokter yang membantu kelahiran kita , atau untuk anda yang masih tradisional saya akan bilang itu , dukun beranak.

Anda akan melihat wajah seorang wanita yang telah menjadi ibu anda untuk pertama kalinya. Lalu anda akan melihat wajah seorang pria yang telah menjadi seorang pria, yang tersenyum lebar.

Perasaan yang anda rasakan saat melihat kedua orang tua anda di momment ini , bergantung pada apa yang anda rasakan pada mereka disepanjang kehidupan anda. Bisa jadi cinta , atau benci...

2. Menit kedua

Di menit kedua , anda akan mengulang kembali pengalaman bersama sahabat sahabat anda , dari yang terbaik hingga yang terburuk.

Masa ketika anda tertawa bersama , menangis , bercerita , saling mendukung , pertengkeran , berdebat , hingga perpisahan dengan mereka.

3. Menit Ketiga

Dimenit ketiga , anda akan mengingat orang orang yang pernah anda cintai , dalam menit ini , anda akan jatuh cinta lagi pada mereka semua.

Dimulai dengan cinta pertama , dimana untuk pertama kalinya anda sadar bahwa anda jatuh cinta. Anda akan ingat , bagaimana senyumannya bisa membuat anda gila. bagaimana anda rela melakukan apa saja untuk membuatnya bahagia. bagaimana anda tak bisa jauh darinya.Dilanjutkan dengan masa ketika anda patah hati , menjalani masa masa sendirian , masa dimana anda bersumpah bahwa cinta itu tak pernah ada. Kemudian sampai ketika anda menemukan kembali orang yang membuat anda jatuh cinta lagi.



4. Menit keempat.

Di menit ini , anda akan kembali ke masa masa terburuk dalam hidup anda.  Anda akan kembali kemasa ketika anda pertama kali merasakan patah hati. Masa ketika anda harus melihat orang orang yang anda sayangi meninggal dunia.

Anda akan ingat , bagaimana anda membenci seseorang , dan dia juga membenci anda.

Anda akan ingat bagaimana anda menemukan seseorang yang anda cintai , tapi tak bisa anda miliki.

Mana yang paling menyakitkan dari semua itu ? Kematian ? Patah hati ? Permusuhan ? Kamu sendiri yang menentukan.

5. Menit kelima

Di menit kelima , kamu akan ingat semua pelajaran yang pernah kamu dapat. Pelajaran sekolah ? Bukan !
Pelajaran besar tentang hidup.

Pelaran tentang kebahagian ,Pelajaran tentang kesedihan ,Pelajaran tentang persahabatan ,Pelajaran tentang cinta ,Pelajaran tentang kebencian ,Pelajaran tentang kehilangan...

6. Menit keenam

Di menit ini , kita akan mengalami kembali segala sesuatu tentang diri kita.

Bagaimana kita berbicara , berjalan , bernyanyi , tertawa , bermain gitar , menangis. Bagaimana bentuk wajah kita , tubuh kita. Apakah kita mensyukri atau tidak menerimanya ? Putuskan sendiri.

7. Menit ketujuh.

Di menit terakhir ini , saya tidak menemukan dengan pasti apa yang akan kita alami. Tapi yang pasti , dimenit terakhir ini , kita akan kembali ke kejadian yang paling berarti di sepanjang hidup kita. Bisa jadi kejadian baik atau buruk. Tak ada yang tau pasti. yang pasti kita akan menemukan jawaban dari seluruh kehidupan kita. jawaban yang tak pernah kita dapat semasa hidup.

Kitalah yang menentukan bagaimana 7 menit terakhir kehidupan itu akan kita alami. Jalanilah hidup , dan lakukan yang terbaik.

Senin, 14 April 2014

7 Perkara yang Dapat Menerangi Alam Kubur

7 HAL YANG DAPAT MENERANGI ALAM KUBUR




1. Ikhlas dalam beribadah,
2. Berbakti kepada ibu dan bapak,
3. Mempererat tali silaturrahiim,
4. Tidak menyia-nyiakan usia dalam kemaksiatan,
5. Tidak mengikuti kehendak hawa nafsu,
6. Bersungguh-sungguh dalam taat, dan
7. Memperbanyak dzikir kepada Allah.

(Kitab Nashoihul Ibad)

Subhanallah...

Semoga Kita tetap istiqamah di jalan ALLAH SWT.

Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita,dan memberi hidayahnya agar kita tetap dalam keadaan iman dan bertakwa kepada-Nya, hingga ajal menjemput kita..Aamiin

Senin, 03 Maret 2014

Bangkit dari Kematian Sebelum Diawetkan

BYRON Porter kaget bukan kepalang.

Bahkan, sampai diwawancarai stasiun televisi WAPT pun, rasa kagetnya belum hilang. "Ternyata dia nggak mati. Waduh, ceritanya panjang," ungkapnya.

Kekagetan Byron, direktur Porter and Sons Funeral Home, perusahaan pemakaman di Mississippi, Amerika Serikat, tersebut terjadi pada Rabu (26/2)

Ketika itu mereka menerima jenazah Walter Williams, petani berumur 78 tahun. Walter ditemukan tak bernyawa oleh keluarganya di rumahnya, Lexington. Dexter Howard, petugas pemeriksa jenazah (koroner), juga menyatakan bahwa Walter sudah tiada.



Mereka pun bersiap-siap memakamkan pria sepuh tersebut. ''Saya melihat mereka memasukkan Paman di kantong jenazah dan menutup ritsletingnya,'' ungkap Eddie Hester, keponakan Walter.

Acara pemakaman pun disiapkan. Peti jenazah dikeluarkan. Jenazah Walter siap-siap diberi balsam agar bisa tampil lebih fresh. Betapa kagetnya petugas pemakaman saat kantong jenazah itu tiba-tiba bergoyang-goyang dan menendang-nendang. Walter yang sudah pergi ke alam baka tiba-tiba kembali.


Meski terkaget-kaget, staf pemakaman tersebut tanggap. Mereka langsung membawa Walter ke rumah sakit. Sampai Jumat (28/2) waktu setempat, kakek itu masih dirawat. Namun, kondisinya membaik dan sangat stabil. Keluarga menduga, alat pacu jantung Walter mendadak mati sementara, lalu hidup lagi.

Mary William, anak Walter, mengatakan bahwa ayahnya berpikir sedang tertidur panjang dan tiba-tiba bangun di rumah sakit. ''Sungguh, dia tidak ingat apa-apa,'' ujarnya.

Kini Walter menyatakan sangat berbahagia dan siap-siap mengurus pertaniannya lagi. Wah, kalau di sini, bisa-bisa Walter berubah profesi menjadi dukun atau pakar supranatural.

sumber:
jpnn.com

Jumat, 21 Februari 2014

Pasangan Mesum Mati Gancet di Hari Valentine

ASTAGHFIRULLAHAL 'ADZHIIM

(Sepasang pelaku zina di malam valentin mati dalam posisi menjijikan).

Berita ini tersebar setelah ditemukan pasangan haram melakukan hubungan haram dan mati dalam posisi (maaf) kemaluan laki-lakinya tak bisa dicabut dari kemaluan pasangan haramnya (kekasihnya).




Istilah ini juga disebut mati GANCET. Sebelumnya memang sering terjadi kasus mati gancet dan 100% adalah pelaku zina dengan PACAR ini sering terjadi dan memang fakta tapi banyak remaja tidak percaya sungguh disayangkan.

Para pelaku zina yang gancet ini 99,99% pasti harus mati berdua dalam posisi seperti ini saling mendekap karena kemaluan laki-laki dengan ujung klitoris pasanganya telah menyambung jadi satu seandainya dipotong pun keduanya juga mati menurut medis jadi biarkan mereka menanggung aibnya didunia dan akherat.

Silahkan di share agar semua membacanya.

"jika kita percaya pada kuasa Allah,maka kita harus yakin bahwa adzab Allah itu ada"."

by:
Pramuditya Wardhana bersama Embun dan 3 lainnya

Kamis, 30 Januari 2014

Mimpi Bertemu Almarhumah Ibu

Jenazah Perempuan Masih Segar Walaupun Sudah 30 Tahun..
Seorang anak bermimpi didatangi ibunya yang telah meninggal dunia lebih dari 30 tahun.

Dalam mimpi tersebut sang ibu meminta anaknya supaya memindahkan kuburannya bersebelahan dengan kuburan suaminya.

Mungkin bagi sebagian kita menganggap itu sekadar bunga tidur.Tetapi sang anak tadi dengan bantuan orang banyak menggali kubur tersebut dan mendapati jenazah ibunya masih kelihatan segar.




Subhanallah! Sugiyem (sang Ibu) telah meninggal dunia sejak 30 tahun yang lalu.Anaknya sering bermimpi agar kuburannya digali dan dipindahkan berdekatan kuburan suaminya.

Wanita yang berasal dari Desa Kecamatan Jangkar ini meninggal dunia pada tahun 1981.

Mayatnya masih utuh hanya agak kering,bahkan kain kafan yang membalut jasadnya masih lengkap.Ia meninggal pada usia yang masih muda iaitu 34 tahun kerana sakit.

Semasa hidupnya Sugiyem terkenal sangat solehah,tidak pernah membuka auratnya didepan khalayak,rajin berjamaah di Musholla,gemar menolong sesama dan sangat menurut pada suaminya.

Semoga, Ibu, dan semua saudara perempuan kita tergolong kedalam golongan mereka yang sholehah.

Aamiin ya Rabbal'alamin...

Minggu, 01 Desember 2013

Lelaki Bangkit dari Kuburan

Seorang wanita dari Sao Paolo, Brazil, baru-baru ini terkejut, dia ketakutan bila mendengar suara dan melihat mayat di sebuah tanah perkuburan masih hidup.

Mayat itu bahkan melambai-lambaikan tangannya dari dalam tanah.




Wanita yang tidak ingin diketahui namanya itu mengaku sedang mengunjungi makam keluarganya ketika dia melihat kejadian itu.

"Saya sangat ketakutan setengah mati melihat seorang lelaki yang saya kira sudah mati berusaha keluar dari dalam tanah. Muka dan kepalanya nampak dan tangannya menggapai-gapai berusaha untuk keluar,"

Perempuan itu lari terbirit-birit dan kemudian kembali membuat laporan ke kantor polisi setempat. Namun pihak polisi tidak mempercayainya dan menuduh dia hanya illusi.

Akhirnya dia pergi kepada penjaga kuburan dan melaporkan hal tersebut hingga penjaga kuburan dengan tujuan apakah benar yang sudah dia lihat itu.

Setelah diselidiki dan diangkat dari dalam tanah, rupanya Lelaki yang disangka sudah mati itu terlibat dalam sebuah kekacuan beberapa hari sebelumnya.

Lelaki itu telah dipukul oleh beberapa penyerang hingga dia pingsan dan para penyerangnya menguburkan dia hidup-hidup di kuburan tersebut.

sumber
http://www.wasukalu.com

Kamis, 21 November 2013

Kisah Nyata Sakaratul Maut

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam.

Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.


Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”

Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.

Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.

Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.

Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Pekejaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak.

Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.

Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentult penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengalihkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.

Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.

Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.

Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah temanku.

Tetapi sungguh mengherankan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.

Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.

Tak ada gunanya…

Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia.



Kami segera membawa mereka ke dalam mobil.

Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening.

Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata: “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.

Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.

Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.

Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.

Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pemah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.

* Kejadian Yang Menakjubkan… Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.

Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.

Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.

Aku dengan seorang kawan, -bukan yang menemaniku pada peristiwa yang pertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapatpenanganan.

Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.

Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.

Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an…dengan suara amat lemah.

“Subhanallah! ” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati.

Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan Al Quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: “Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman,” aku meyakinkan diriku sendiri.

Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rongga.

Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.

Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.

Sampai di rumah sakit…

Kepada orang-orang di sanal kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.

Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.

Salah seorang petugas tumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana, almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.

Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. “Justru saya memanfaatkan waktu perjalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum.

Aku ikut menyalati jenazah dan mengantarnya sampai ke kuburan.

Dalam liang lahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.

“Dengan nama Allah dan atas ngama Rasulullah”.


Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya…

Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…

Dan aku… sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Amin…(Azzamul Qaadim, hal 36-42)

Sumber : ["Saudariku Apa yang Menghalangimu Untuk Berhijab"; judul asli Kesudahan yang Berlawanan; Asy Syaikh Abdul Hamid Al-Bilaly; Penerbit : Akafa Press Hal. 48].
Ditulis ulang oleh akhwatmuslimah.com

Pengikut

Postingan Populer