Cerita Tentang Para Ahli Kubur

Kamis, 30 Mei 2013

Jasad Dihimpit Bumi

Ada apa gerangan hingga jasad seseorang dihimpit bumi?
Itulah yang terjadi pada jasad Al Amir Sayyid Hasan.
Karena masih memiliki tanggungan hutang sebelum meninggal, Amir mendapat azab kubur.

Di alam barzah, jasad Amir terhimpit bumi dan makamnya menyempit.
Namun, setelah hutangnya dilunasi oleh anaknya, alam kubur Amir menjadi lapang.


Berikut Kisahnya

Dikutip dari Kitab Dar As-Salam, diceritakan bahwa pada suatu hari Sayyid Ali bersedih karena ayahnya meninggal dunia.
Sebagai anak, ia ikut menguburkan ayahnya tersebut.

Beberapa bulan kemudian, Sayyid pergi ke Masyad (Iran) untuk menuntut ilmu. Namun tujuh bulan kemudian, giliran ibunya yang meninggal dunia dan dikuburkan di daerah Najef (Irak).

Pada suatu malam, Sayyid bermimpi didatangi nayahnya.
Dalam mimpinya tersebut, Sayyid mengucapkan salam kepada ayahnya.
"Assalamu'alaikum..," ucap Sayyid dalam mimpinya, dimana dia sadar bahwa ayahnya telah meninggal dunia.
"Waalaikumsalam..," jawab ayahnya.

"Wahai ayahku, coba ceritakan kepadaku, bagaimana kondisi ayah di alam kubur sekarang ini?" tanya Sayyid dengan penuh heran.
"Dengarkanlah wahai anakku. Sesungguhnya kuburku terasa sempit. Alam kubur itu seolah menghimpit jasadku," Jawab ayah Sayyid.

Kemudian Al Amir (ayahnya Sayyid) mengatakan apa yang dialaminya di alam kubur karena tidak lepas hutang yang berlum terbayar kepada tetangganya yang bernama H Ridla bin A'a Babasy Syahir.
Namun, tak sampai selesai bercerita, tiba-tiba saja Sayyid terbangun dari tidurnya. Mimpi itu menyisakan tanda tanya besar dalam benak Sayyid.

Pada keesokan harinya, Sayyid mengirim surat kepada saudaranya di daerah Isfahan.
Dalam suratnya itu, ia menceritakan mimpi yang dia alami sekaligus menanyakan apakah ayahnya memang memiliki hutang kepada H Ridla bin A'a Babasy Syahir. Beberapa hari kemudian, datanglah surat balasan. Namun, isi surat itu menyatakan bahwa saudaranya tidak menemukan catatan hutang di buku milik ayahnya.

Karena terus menerus diliputi kegelisahan, Sayyid kembali menulis surat kepada saudaranya.
Dalam surat itu, ia menyuruh agar saudaranya mendatangi rumah H Ridla dan menanyakan perihal hutang ayahnya.

Setelah ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan, ternyata benar jika ayah Sayyid pernah berhutang sebesar 18 tuman (mata uang Iran) dan tak ada seorang pun yang mengetahui kecuali Allah SWT karena hutang tersebut tidak tercatat di buku.
Setelah mendapatkan kejelasan tentang hutang tersebut, maka saudara Sayyid mengirim surat lagi yang menyatakan kebenaran hutang itu.

Hutang Dilunasi Anaknya

Sayyid yang menerima surat balasan dari saudaranya, langsung mendatangi rumah H Ridla dengan tujuan untuk melunasi hutang ayahnya.

Ketika bertemu dengan H Ridla, Sayyid menceritakan perihal mimpinya.
"Tuan, terimalah uang ini sebagai kewajiban atas hutang ayah saya," kata Sayyid.

Akan tetapi, uang tersebut ditolak oleh H Ridla yang rupanya terkesima dengan mimpi Sayyid.
"Karena mimpimu itu, sekarang hutang ayahmu aku ikhlaskan. Sesungguhnya aku telah menganggap ayahmu seperti saudarku sendiri," ucap H Ridla.

Begitu mendengar kata ikhlas yang diucapkan H Ridla tersebut, Sayyid merasa lega dan gembira. Ia pun segera berpamitan dan meluncur pulang.

Pada malam harinya, ia bermimpi lagi didatangi ayahnya. Dalam mimpi itu, ia melihat wajah ayahnya berseri-seri.
"Alhamdulillah, sekarang aku dalam keadaan yang baik. Kesempitan dan himpitan alam kubur itu telah hilang dan berganti dengan kelapangan," ucap Al Amir di dalam mimpi anaknya.

Itulah salah satu kewajiban anak, saudara, agar melunasi hutang sebelum jasad dikuburkan.
Telah jelas, bahwa tiap kali kita megiring jenazah, diberitahukan ke khalayak ramai, siapa yang memiliki hutang kepada si fulan, maka bisa berhubungan dengan ahli warisnya.

Jumat, 05 April 2013

Kisah Jenazah Ditemani Ular

Siapakan kelak yang mati di alam kuburnya akan ditemani oleh ular.
Peringatan keras bagi mereka yang suka melalaikan atau menunda-nunda shalat. Sebab kelak ia akan ditemani oleh seekor ular di alam kubur. Ular tesebut bermata api, kukunya dari besi, dan suaranya bagaikan halilintar.


Kisahnya

Dalam Kitab Azzawijr susunan Ahmad bin Hajar Al-Haitami berkata,
"...Siapa yang meremehkan (meninggalkan) shalat akan dihukum oleh Allah SWT dengan lima belas siksa. Lima di dunia, dan tiga ketika mati, dan tiga di alam kubur..."

Ketiga siksa di alam kubur itu adalah disempitkan kuburnya sehingga hancur tulang-tulang rusuknya, dinyalakan api dalam kubur dan didatangkan seekor ular.
Diriwayatkan bahwa kelak di dalam kubur orang yang suka melalaikan shalat akan didatangkan padanya ular yang bernama SYUJA'. Mata ular Syuja' tersebut buta, namun berapi, kuku-kukunya panjang dan terbuat dari besi.



Orang yang Melalaikan Shalat

Inilah salah satu siksaan yang paling terang di alam kubur, kalau orang melalaikan kewajiban shalat.
Ular Syja' berkata kepada si mayat dengan suara seperti halilintar,
"Aku adalah Syuja' Al Aqra, Allah SWT menyuruhku memukul kamu karena meninggalkan shalat subuh hingga terbit matahari, dan memukulmu karena meninggalkan shalat Zuhur hingga Ashar, dan memukul kamu karena meninggalkan shalat Ashar hingga Maghrib, dan memukulmu karena meninggalkan shalat maghrib hingga Isya, dan memukulmu karena meninggalkan Shalat Isya hingga Subuh datang."

Ular Syuja' berkata lagi,
"Tiap kali aku memukulmu, maka terbenamlah si mayat ke dalam tanah hingga tujuh puluh hasta, maka ia selalu tersiksa dalam kuburnya hingga hari kiamat."

Benar-benar dahsyat dan keras pukulan ular Syuja' hingga membuat si mayat menangis dengan kerasnya.
Astaghfirullah...

Semoga kita diberi kekuatan oleh Allah SWT agar selalu giat melaksanakan shalat, terhindar dari rasa malas dan mengulur-ngulur waktu shalat, amiin...

Wallahu A'lam...

Selasa, 12 Maret 2013

Jenasah Penyelamat Nabi Utuh Puluhan Tahun

Maret 2013, Berita Alam Kubur datangnya dari sahabat Nabi yang bernama Thalhah bin Ubaidillah.
Jenazah beliau ditemukan dalam kondisi utuh setelah puluhan tahun dimakamkan. Semasa hidupnya, beliau terkenal sebagai pejuang Islam yang tangguh demi menyelamatkan jiwa Rasul-nya.


Kisahnya

Thalhah bin Ubaidilah ini memeluk agama Islam ketika beliau berusia masih muda. Pada saat itu ia bepergian dengan sebuah kafilah Quraisy untuk berniaga ke Syam. Setibanya di Busra, para pedagang segera masuk ke pasar untuk berdagang. Nah, ketika berada di tangah-tengah pasar, ada seorang pendeta berseru,
"Pehatian! Perhatian! Perhatian wahai kaum pedagang, adakah diantara Tuan-Tuan yang berasal dari Makkah?"

"Ya, aku adalah asli penduduk Makkah," jawab Thalhah.
"Wahai pemuda, sudah munculkah di tengah-tengah kalian orang yang bernama AHMAD?" tanya pendeta.
"Ahmad yang mana?" tanya Thalhah.
"Ahmad Ibnu Abdullah bin Abdul Muthathlib. Dia seharusnya sudah muncul pada bulan ini. Dia adalah seorang Nabi Penutup, Nabi Terakhir di antara manusia. Sebaiknya engkau segera menemuinya," kata pendeta itu menjelaskan.

Berita dari pendeta itu begitu tertanam di lubuk hati Thalhah sehingga ia langsung bergegas mengambil untanya dan pulang ke Makkah. Meski pada awalnya sempat kesulitan untuk bertemu dengan Rasulullah SAW, namun pada akhirnya bertemu juga. Ternyata ia langsung menyatakan keimanannya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Sejak saat itulah seluruh jiwa dan raganya dipertaruhkan untuk dakwah Islam. Beliau tidak pernah takut sedikitpun untuk berjihad di jalan Allah SWT meski jiwanya harus melayang.



Perang UHUD

Ketika pada perang Uhud, ia begitu gagah perkasa membantai pasukan musuh. Namun pada saat itu kondisi pasukan muslim mulai tersudut. Bahkan jiwa Rasulullah SAW saat itu tengah terancam oleh pasukan musuh.

Rasulullah SAW bertanya,
"Siapakah di antara kalian yang berani melawan mereka, maka dia akan menjadi temanku kelak di surga."
"Saya Ya Rasulullah..." jawab Thlhah dengan tegas dan tak gentar.

Rasulullah SAW kemudian mempersiapkannya. Dalam perang itu, Rasulullah SAW mengalami banyak luka di derah wajah, kening dan bibir beliau bterluka serta taringnya patah. Thalhah yang berada dekat dengan Rasululah SAW, sebagai tameng terakhir diri Nabi, langsung meringsek maju ke depan menghajar musuh-musuhnya dengan sekuat tenaga.
Thalhah sesaat maju ke depan dan sesaat lagi dekat dengan Rasul-Nya.

Pada satu ketika dekat denga Rasul, dengan sigap Thalhah sedikit demi sedikit mengarahakan nabi ke atas bukit, dan berhasil. Tubuh nabi yang bercucuran darah pada wajahnya, segera di seka dengan bajunya oleh Thalhah. Padahal pada saat itu Thalhah sendiri malah lebih parah dari keadaan Rasulullah SAW pada saat itu. Dan tubuh Rasulullah SAW disandarkan di sisi tebing yang aman.
Subhanallah....sungguh seorang mujahid sejati, si Thalhah ini.

Karena lawan yang tak seimbang, Thalhah mengalami banyak luka. Diriwayatkan bahwa Thalhah ini mendapat luka sebanyak 79 luka yang berupa tusukan, sabetan pedang, lemparan panah dan lembing. Pergelangan tangannya putus oleh sabetan pedang musuh. Karena begitu banyak darahnya yang keluar, akhirnya beberapa saat kemudian Thalhah tewas di dekat Rasulullah SAW sebagai mati SYAHID.

Jenasah Utuh

Pada suatu hari, ada seorang laki-laki yang datang menemui putrinya, Aisyah binti Thalhah.
Lelaki itu berkata,
Wahai Aisyah, sesungguhnya aku telah bermimpi telah bertemu dengan Thalhah, dan dia berkata,"Katakan kepada Aisyah, pindahkan aku dari tempat ini karena kelembaban atau airnya telah menggangguku."

Maka Aisyah pun segera berangkat ke pemakaman dengan pakaian yang tertutup. Dia meminta orang-orang untuk menggali kubur ayahnya.
Dan, SUBHANALLAH....tidak ada yang berubah pada jasad Thalhah selain beberapa helai rambut di salah satu sisi jenggotnya.
Subhanallah...setelah lebih dari 30 tahun dimakamkan, jenazah utuh.

Tubuh Rasulullah SAW kemudian disandarkan di

Selasa, 08 Januari 2013

Makam Sahabat Nabi Berbau Wangi

Assalamu'alaikum.

Indahnya nikmat kubur sepertinya dirasakan oleh jenazah sahabat Rasul SAW yang bernama Sa'ad bin Muaz. Beliau meninggal ketika Perang Khandaq.
Pada ssat hendak dimakamkan, liang lahat untuk memakamkan Saad bin Muaz menebarkan bau harum bagaikan bunga kasturi.


Kisahnya.
Saad bin Muaz adalah sahabat nabi yang berasal dari suku Aus, Madinah. Pada usia 31 tahun itu juga ia meninggal dunia dengan mati syahid. Beliau begitu total memeluk agama Islam, bukan hanya harta benda, jiwa dan nyawa pun ia relakan demi iman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Dari itu, saat ada ajakan perang badar, ia dengan lantang membangkitkan semangat kaum muslimin.
"Wahai Rasulullah, kami telah beriman kepada Allah SWT dan kepada Anda, kami percaya dan mengakui bahwa apa yang Anda bawa itu adalah hal yang benar dan kami berikan ikrar dan janji-janji kami. Maka laksanakanlah terus ya Rasulullah apa yang Anda inginkan, dan kami akan selalu bersama Anda," kata Saad.

Keberanian Saad.
Kata-kata Saad itu mncul tak ubah bagaikan berita gembira dan wajah Rasulullah pun bersinar-sinar, gembira dipenuhi rasa ridha serta bahagia. Kemudian Beliau berkata kepada kaum muslimin,
"Marilah kita berangkat dan besarkan hati kalian karena Allah telah menjanjikan kepadaku salah satu diantara 2 golongan. Demi Allah, sungguh seolah-olah tampak olehku kehancuran orang-orang itu."

Pada perang Badar itu, pasukan muslimin berhasil mengalahkan musuh dari kafir Quraisy.
Bukan hanya di perang Badar saja, Saad juga menunjukkan keberaniannya pada perang Khandaq. Ketika itu Rasulullah SAW memerintahkan untuk menggali parit perlindungan di sekeliling Madinah untuk membendung serangan musuh.

Pada saat perang telah dimulai, tentara musuh agak tertahan dengan adanya parit tersebut. Saat itulah Saad bin Muaz keluar membawa pedang dan tombaknya. Ketika tengah berperang, tak terasa salah satu lengannya terkena anak panah musuh. Darah pun bercucuran, Rasul pun mengetahui hal itu dan menyuruh para sahabat untuk membawanya ke masjid untuk dirawat.

Bau Bunga Kasturi.
Di dalam masjid, Saad berdoa,
"Ya Allah, jika dari peperangan dengan Quraisy iini masih ada yang Engkau sisakan, maka panjangkanlah umurku untuk menghadipinya. Dan jika seandainya Engkau telah mengakhiri perang ini, jadikanlah kiranya musibah yang telah menimpa diriku ini sebagai jalan untuk menemui syahid."

Akhirnya doa Saad dikabulkan oleh Allah SWT.
Saad meninggal seblualn setelah luka itu dan kembali kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersedih atas meninggalnya sahabatnya itu. Sebelum meninggal, Saad sempat dijenguk oleh Rasulullah SAW, Beliau meraih kepala Saad kemudian ditempatkan di atas pangkuannya.

Saaat hendak dimakamkan, sahabat Abu Sa'id al-Khudri memberikan kesaksian.
Ia yang saat itu menggali kubur untuk jenasah Saad, mengaku mencium bau wangi bunga kasturi.
Kata Abu Sa'id,
"Saya adalah salah seorang yang menggali makam untuk Saad, dan setiap kami menggali satu lapisan tanah, tercium oleh kami wangi bunga kasturi hingga sampai ke liang lahat."

Sabtu, 22 September 2012

Jenazah Terbakar karena Enggan Berzakat

Nauzubillah Min Zalik.
Jenazah manusia ini mendapatkan siksa kubur karena semasa hidupnya enggan berzakat.


Kisahnya.
Telahkan oleh Muhammad bin Yusuf Al Qiryabi serta Abi Sinan.
Saat itu Muhammad bin Yusuf keluar mengunjungi Abi Sinan. Beberapa lamanya mereka berbincang dan pada akhirnya Abi Sinan mengajak Muhammad bin Yusuf untuk pergi ke suatu tempat yang telah dikenal oleh Abi Sinan.

Lantas mereka masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah itu ada beberapa orang yang menangis tersedu karena merasa bersedih.
Abi Sinan berusaha menghibur penghuni rumah itu agar jangan terlalu bersedih. Akan tetapi usaha Abi Sinan tidak mempan.

Abi Sinan berkata,
Bukankah kematian itu tidak bisa dihindari."
Dia menjawab,
"Aku menangis karena sesuatu menimpa saudaraku yaitu siksa kubur."

Ahli waris orang yang meninggal tersebut menceritakan apa yang terjadi.
Ketika para pelayat semuanya pulang, ahli waris ini berada sendirian di kuburan. Seketika itu juga ia mendengar suara aneh dari dalam kubur.
"Aah....Mereka mereka meninggalkan aku sendiri di kubur ini, padahal aku memperoleh siksa, sedangkan aku adalah orang yang selalu berpuasa dan shalat."

Si ahli waris itu menangis mendengar suara itu.
Ia lantas berencana membongkar kuburan dan bermaksud menolong saudaranya. Diam-diam dia kembali lagi dan membongkar makam. Ketika makam sudah agak sedikit terbuka, ia melihat bara api yang menjilat-jilat di leher jenazah saudaranya. Bara api itu menyerupai kalung api.

Untuk sesaat, ahli waris itu hendak menolong dan mengulurkan tangannya, akan tetapi nahas, jemarinya malah ikut terbakar jilatan api. Jenazah itu tampak mengulurkan tangannya hendak minta tolong, akan tetapi tangannya sudah hangus terbakar. Karena ketakutan, ah;i waris itu segera saja mengubur kembali rapat-rapat makam saudarany tersebut. I kemudian pulang dengan perasaan yang sedih dan menangis.

"Karena itukah engkau menangis?" tanya Abi Sinan.
"Apa yang telah dikerjakan saudaramu itu di dunia?" tanya Abi Sinan.
"Zakat hartanya tidak dikeluarkan," jawab ahli waris itu.

Azab Kubur.

Abi Sinan dan Muhammad Yusuf teringat akan ayat Al Qur'an tentang siksa kubur.
Allah SWT berfirman,

وَلا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya:
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. Ali Imran: 180).

Nauzubillah Min Zalik

Senin, 30 Juli 2012

Mampu Mendengar Jeritan Alam Kubur

Berita Alam Kubur menghadirkan kisah alam kubur, dan kali ini tentang seseorang yang bukan nabi namun bisa mendengar siksa kubur layaknya nabi dan rasul.
Siapakah dia ini.

Dialah Ya'la bin Marrah.
Tak semua orang mampu melihat atau mendengar sesuatu dari alam gaib. Tidak demikian bagi Ya'la. Sahabat Rasulullah SAW yang satu ini memiliki kemampuan tersbut bahkan dia dapat mendengar jeritan di alam kubur.

Jerit Tangis Alam Kubur

Kisahnya.
Hanya orang-orang tertentu sajalah yang diberi kelebihan oleh Allah SWT untuk mendengar siksa kubur. Salah satunya adalah sahabat Nabi yang sangat saleh dan setia ini, yaitu Ya'la bin Marrah.

Ya'la bin Marrah adalah sosok sahabat Rasul SAW yang rajin beribadah, bershalawat serta banyak mengucapkan kalimat thoyyibah. Belum lagi beliau ini dalam menjalankan ibadahnya selalu istiqomah.
Selain itu Ya'la sangat setia kepada Allah SAW dan RasulNya.

Ya'la Mendengar Siksa Kubur.
Suatu ketika Ya'la mendampingi Rasulullah SAW dalam bepergian.
Dia berjalan bersama Rasulullah SAW melintasi area pemakaman.

Saat itulah Ya'la mendengar suara kesakitan dari area pemakaman. Pada awalnya sih beliau ini menahan dirinya untuk tidak menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW yang berada di sampingnya.
Namun, karena penasaran yang amat sangat, dia pun angkat bicara.

"Ya Rasulullah, aku mendengar rintihan kesakitan dari alam kubur," kata Ya'la.
"Apakah engkau juga bisa mendengarnya wahai Ya'la?" tanya Rasulullah SAW.
"Benar, ya Rasulullah," jawab Ya'la.

Hal ini ditanyakan kepada Ya'la, karena tak semua semua orang mampu mendengarnya, termasuk sahabatnya yang lain. Kemudian Rasulullah SAW berkata,
"Sesungguhnya ia sedang disiksa karena hal yang sepele."

Mendengar perkataan Rasulullah SAW tersebut, Ya'la menjadi semakin penasaran. Dia pun menanyakan apa penyebab orang tersebut disiksa sangat pedih hingga dia mampu mendengar jeritan itu.
"Ya Rasulullah, apa hal sepele itu?" tanya Ya'la.
"Adu domba dan kencing," jawab Rasulullah SAW.

Dua hal yang selama ini dianggap remeh oleh umat islam ternyata bisa jadi pemicu siksaan yang pedih di alam kubur
meski Ya'la bin Marrah tidak terlalu menonjol diantara para sahabat, namun beliau diberi Allah SWT kelebihan, yaitu mampu mendengar jerit tangis di alam kubur hingga makin menambah keimanan beliau.

Rabu, 11 Juli 2012

Jenazah Terbakar dalam Kubur

Astaghfirullah...
Bagaimana bisa jenazah wanita ini terbakar dalam kuburnya.
Berita Alam Kubur akan menceritakan kisahnya.
Kisah ini dicuplik atau pernah dikisahkan oleh seorang tokoh sufi bernama Amr bin Dinar.

Kisahnya.
Pada jaman dahulu ada seorang adik kakak yang hidup di sebelah kota Madinah.
Si adik sedang sakit keras. Karena belum bisa mendapatkan cuti, sang kakak belum juga bisa menjenguk adiknya tersebut.

Pada suatu hari, tanpa disangka si adik akhirnya meninggal dunia. Berita ini membuat hati sang kakak sangat sedih. Sang kakak hanya bisa mengantarkan jenazahnya saja menuju ke kuburan. Dia juga ikut menguburkan adiknya tersebut.

Ada Benda Yang tertinggal.
Setelah jenazah dikubur, sang kakak ini teringat sesuatu.
Benda miliknya tertinggal di alam kubur, ikut terkubur bersama dengan jenazah adiknya.

Kejadian tersebut membuat hati kakaknya ingin menggali kubur adiknya agar tidak menjadi kendala dalam azab kubur.
Sang kakak meminta izin kepada ibunya,
"Ibu...sesungguhnya aku telah lalai, sebuah benda milikku tertinggal di dalam makam saat aku sedang menguburkan adik."
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya ibunya.
"Izinkalah aku membongkar makam adik, aku tidak mau karena barangku itu adik ditimpa azab kubur," izin kakak.

Sang kakak akhirnya mendapat izin.
Dia pergi ke makam adiknya, namun ketika ia membuka sedikit liang lahatnya, mendadak terlihat jilatan api keluar dari makam adiknya.
Sang kakak merasakan tubuhnya panas akibat kobaran pai.
"Ya Allo...mengapa bisa jadi seperti ini," guman sang kakak.

Suka Adu Domba.
Akhirnya sang kakak berusaha meratakan kembali tanah makam adiknya itu.
Niatan mengambil barang pupus sudah segera ia menuju rumah ibunya.

"Wahai ibu..ceritakanlah kepadaku tentang apa saja yang telah dilakukan adik selama aku tinggal pergi," tanya kakak kepada ibunya.
"Mengapa engkau tanyakan kan adikmu sudah meninggal dunia," jawab ibu.
"Tidak ada apa-apa Bu...ceritakanlah saja kepada anakmu ini," desak sang kakak kepada ibunya.

Setelah beberapa kali didesak, akhirnya ibunya menceritakan tabiat anak perempuannya kepada anak laki-lakinya tersebut.
"Wahai ananda, ketahuilah, bahwa semasa hidup adikmu suka menghasut tetangga. Banyak tetangga yang terkena imbasnya sehingga mereka sering bertengkar terhadap sesamanya," jelas ibu.

"Apakah hanya itu saja Bu...," tanya kakak.
"Adikmu itu juga suka mengakhirkan shalatnya," jawab ibunya.
"Astaghfirullah...," sang kakak sedih.

Sang kakak menjadi tahu apa yang menyebabkan adiknya mendapat siksa kubur. Ia tidak menyagka kalau adiknya akan seperti itu.

Kamis, 24 Mei 2012

Mimpi Api Neraka langsung Bertobat

Berita alam kubur dengan kisah mimpi neraka.
Terjadi pada masa Rasulullah SAW.
Seorang insan yang bernama Khalid bin Sa'ad sebenarnya sudah ada minat terhadapa ajaran Islam. Begitu beliau mimpi tentang neraka, langsung saja di masuk Islam.


Kisahnya.
Adalah Khalid bin Sa'ad yang merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dilahirkan dari keluarga kaya raya. Ajaran Islam yang dibawa Rasulullah SAW membuat hatinya tertarik, namun dia belum juga masuk Islam.

"Sebenarnya aku ini sangat tertarik dengan agama yang dibawa Muhammad, tapi untuk saat ini aku belum berani dan belum memungkinkan untuk ikut agama beliau," katanya dalam hati.

Orang-orang memandang Khalid ini adalah seorang yang pendiam, tenag dan tak banyak bicara. Tapi sebenarnya ia memendam gelora akan islam.

Mimpi api Neraka.
Khalid pun menyimpan kegembiraan dalam hatinya untuk mengikuti ajaran Islam. Semua ditutupinya rapat-rapat agar keluarga bahkan ayahnya agar tidak mengetahui gelagatnya. Kalau sampai tahu maka dia akan dibunuh dan tubuhnya dipersembahkan sebagai korban untuk berhala-berhala.

Pada suatu malam, Khalid bermimpi tengah berdiri di bibir api neraka yang menyala-nyala. Sedangkan ayahnya dari belakang terlihat seakan ingin mendorongnya agar segera masuk ke neraka, bahkan seakan bapaknya ingin melemparnya ke api neraka saat itu juga.

Sesaat kemudian dilihatnya Rasulullah SAW datang mendekat. Nabi Muhammad SAW lalu menariknya dari belakang dengan tangan kanannya yang penuh berkah itu sehingga Khalid tidak jadi terperosok ke dalam api neraka.

"Alhamdulillah..aku masih hidup. Berarti aku tadi hanya bermimpi," katanya dalam hati.

Dia segera menuju rumah Abu Bakar ra dan menceritakan mimpinya tersebut. Sepertinya mimpi tersebut tidak memerlukan tabir lagi alias nyata.
"Sesungguhnya tak ada yang kuinginkan untukmu selain dari kebaikan. Dialah utusan Allah SWT. Sekarang carilah Beliau dan ikutilah dia, sesungguhnya Islam akan menghindarkanmu dari api neraka," kata Abu Bakar ra.
"Terima kasih atas sarannya, sekarang juga aku akan mencari Muhammad SAW," tutur Khalid.

Khalid membaca Syahadat.
Khalid pun pergi mencari Nabi Muhammad SAW dan akhirnya mereka bertemu di suatu tempat. Setelah bertemu, Khalid menumpah seluruh isi hatinya dan menanyakan tentang dakwah Beliau.

Rasulullah SAW bersabda,
"Hendaklah engkau beriman kepada Allah Yang Maha Esa semata, jangan mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun. Dan engkau beriman kepada Muhammad sebagai hambaNya dan RasulNya. Dan hendaklah engkau tinggalkan menyembah berhala yang tidak dapat mendengar dan tidak dapat melihat, tidak memberi mudharat dan tidak pula memberi manfaat."

Khalid pun kemudian mengulurkan tangan kanannya dan disambut tangan kanan Rasulullah SAW dengan penuh kemesraan sambil mengucap Syahadat.

Pengikut

Postingan Populer