Syair tentang Kematian

Begitu banyak para penyair yang dengan terang-terangan mengingatkan diri pribadi, orang lain bahkan suatu bangsa agar selalu teringat yang namanya mati. Mait pasti akan datang menjemput dan hanya Alloh SWT sajalah yang mengetahui kapan dan dimana kita ini akan dihampiri oleh Malaikat Maut untuk mencabut nyawa kita.


Berikut ini Syair Kematian.
Tiada satu pun dari yang engkau lihat akan kekal keceriaan wajahnya.
Tuhan kekal, sedangkan harta dan manusia akan binasa.
Sehari pun harta kekayaan Hurmuz tak akan bisa membuatnya kekal.
Kaum 'Ad juga melakukan hal yang sama, tapi mereka tetap tidak kekal.

Begitu pula Nabi Sulaiman manakala ingin bergerak mendatanginya.
Manusia dan jin berdatangan padanya.
Mana raja-raja yang para utusan dari segala penjuru mendatanginya.
Karena kemuliaannya? Di sana terdapat telaga yang pasti akan didatangi.

Suatu hari ia pasti akan datang, dan mereka pun akan datang.
Kita menjalani langkah yang telah ditentukan.
Langklah yang telah ditentukan bagi seseorang, pasti dijalaninya.
Rezeki kita tidaklah sama.

Yang tidak didatangi rezeki itu.
Yang kematiannya ditetapkan di suatu tempat.
Ia takkan mati di lain tempat.
Jika suatu malam engkau menjadi pengikut suatu kaum.

Ketahuilah bahwa engkau akan dimintai pertanggung-jawaban.
Jika engkau mengantar jenazah ke dalam kubur.
Ingatlah, sungguh engkaupun akan diusung.
Berbekallah dari dunia ini.

Karena sesungguhnya engkau tak tahu bila malam telah tiba.
Apakah engkau akan hidup sampai fajar?
Betapa banyak pengantin wanita yang dihiasi untuk suaminya
Padahal roh mereka telah digenggam pada malam Lailatul Qadar.

Betapa banyak anak kecil diharapkan panjang umur.
Tapi roh mereka dimasukkan ke kegelapan alam kubur.
Betapa banyak orang yang sehat mati tanpa sakit.
Betapa banyak orang yang sakit malah hidup lebih lama.

Betapa banyak pemuda bersantai ria setiap pagi dan sore.
Padahal kain kafannya telah ditenun tanpa diketahuinya.
Betapa banyak orang yang tinggal di istana pada pagi hari.
Di sore harinya ia menjadi penghuni kubur.

Maka jadilah orang yang ikhlas Dan lakukanlah selalu amal baik.
Semoga engkau peroleh ganjaran dan pahala.
Tetaplah takwa kepada Tuhan.
Sebab takwa dapat memberi rasa aman dari kengerian di Padang Mahsyar.
Biarkan dunia menghampirimu dengan sia-sia.

Bukankah akhir perjalanannya adalah perpindahan?
Duniamu tiada lain laksana bayangan.
Yang menaungimumu....lalu lenyap tak berbekas.
Setiap hari maut menebarkan kain kafan.
Sementara kita lali akan kewajiban.

Jangan engkau merasa damai dengan dunia dan keindahannya.
Walaupun engkau disandangkan pakaian dunia yang bagus.
Dimanakah orang-orang yang tercinta dan para tetangga?
Apakah yang mereka perbuat?
Dimanakah mereka yang dulu menenangkan kita?

Terhindar dari Azab Kubur karena Sering Wudhu

Berita Alam Kubur malam sebagai renungan semoga kita bisa tetap suci dengan seringnya berwudhu. Juga selain menambah keindahan wajah, wudhu juga dapat menghindarkan diri dari siksa kubur nantinya. seperti halnya kisah di bawah ini.

Kisahnya.
Ada seorang insan yang bernama Sulaiman bin Mihrain Al-A'masy.
Beliau ini selalu menjaga kesucian dirinya dari hal-hal yang membatalkan wudhu. Ketika ia batal dari wudhunya, cepat-cepat ia mengambil air wudhu lagi.

Pakaiannya terlihat begitu sederhana saja, bahkan teramat sederhana. Ketika seorang tabi'in menghadiri majelis, penampilannya menjadi perhatian banyak orang. Dialah Sulaiman bin Mihram, seorang uama yang tak begitu memperhatikan penampilannya.

Sosok Sulaiman ini unik hingga sering kali membuat orang lain bingung, bahkan tidak sedikit pula yang meremehkannya.
Pernah pada suatu ketika Sulaiman menghadiri majelis bersama Ibnu Abi Laila, semua pandangan orang tertuju kepada Sulaiman yang pakaiannya lusuh tak bernilai.

Salah seorang yang hadir di majelis itu bertanya kepada Ibnu Abi,
"Wahai Ibnu Abi, kamu menghadiri majelis fikih dan membawa seorang yang seperti ini (berpakaian gembel)?"
Ibnu Abi menjawab,
"Inilah guru kita, Sulaiman Al A'masy."

Sulaiman sang Ahli Hadits.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Ibnu Abi Laila, seluruh peserta majelis menjadi tertunduk malu. Mereka merasa bersalah karena telah meremehkan sosok Sulaiman yang merupakan ahli hadits, yang telah menghafal kurang lebih 4 ribu hadits.

Sulaiman ini hampir tujuh tahun lamanya tidak pernah ketinggalan takbiratul ikhram rakaat pertama dalam shalat berjamaah. Juga beliau ini ada pada posisi terdepan alias shaf pertama dalam shalat berjamaah.

Begitu pula dalam hal berwudhu, hampir tak pernah Sulaiman melupakan wudhu jika telah batal wudhunya. Bahkan kalau ia tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan tidak sempat mengambil air wudhu, beliau selalu bertayamum.
(Diriwayatkan ulama Fudhail bin Iyadh).

Nikmat Kubur.
Ulama kelahiran Thabaristan ini meninggal dunia pada usia 87 tahun, bulan Rabi'ul Awal tahun 148 hijriyah.

Diriwayatkan oleh Jarir.
Dia berkata,
Setelah kematian SUlaiman, aku pernah melihatnya dalam mimpi, lalu aku bertanya kepadanya,
"Wahai Abu Muhammad, bagaimanakah keadaanmu?"

Beliau mengatakan,
"Kami selamat dengan pengampunan Allah SWT dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

Rupanya Sulaiman Al A'masy telah mendapatkan nikmat kubur karena sejumlah amal ibadahnya semasa hidupnya. Dan salah satunya adalah beliau selalu mempertahankan diri dalam keadaan suci.
Subhanallah.