Cerita Tentang Para Ahli Kubur


Sabtu, 02 Juni 2018

Ulama Mati Lalu Hidup Lagi Karena Bernadzar

Suatu saat, Abdullah bin Umar Al Baidlawi sudah dianggap meninggal oleh orang-orang di sekitarnya.

Usai dirawat sebagaimana jenazah pada lazimnya, ia dikebumikan dan diratakan tanah di atas pusaranya.

Namun, setelah dikubur, Abdullah ternyata belum mati. Hanya jantung dan napasnya yang berhenti sementara.

Demikian dikatakan Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Muhdlar dari Hadramaut, Yaman saat menjawab pertanyaan salah satu pengunjung tentang mati suri dalam acara Haflah Akhir Sanah Pesantren Darut Tauhid Al Huda, Jatilawang, Wanayasa, Banjarnegara.

Ia melanjutkan, karena orang tersebut hidup namun tidak bisa keluar dari dalam kuburan, Abdullah bin Umar kemudian bernadzar. Jika saya bisa hidup kembali ke dunia sebagaimana semula, aku bernadzar akan menafsiri Al-Qur’an.

Ternyata, tidak sampai selang waktu lama, ada seorang yang berprofesi sebagai pencuri kain kafan datang menggali kuburan di mana Abdullah dikebumikan. Ia kaget bukan kepalang. Jenazah yang ia gali dapat bergerak sendiri. Ia pun lari tunggang-langgang.

Habib muda ini melanjutkan, jenazah yang hidup lagi ini lalu menyeru kepada pencuri, “Hai, jangan lari, kemari! Begini, kamu ini ingin mencuri kain kafanku bukan?”

“Iya,” jawab pencuri.

“Sekarang, bawalah kain kafanku ini dan katakan kepada orang kampung suruh mereka mengirimkanku pakaian kemari,” pesan Abdullah. Dan benar, setelah kembali, Abdullah bin Umar ini menyusun tafsir Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta’wil yang terkenal dengan Tafsir Al-Baidlawi.

Habib Muhdlar menyimpulkan dengan adanya kisah tersebut, bahwa siapa pun dalam memutuskan perkara harus ada kalimat wallahu a’lam. Manusia hanya memutuskan yang tampak lahir saja. Sedangkan hakikatnya hanya Allah yang maha tahu.

“Seperti dokter di akhir zaman ini yang langsung memvonis mati salah satu pasien, misalnya. Mereka tanpa mengatakan allahu a‘lam. Padahal ini hanya pengetahuan saja. Bukan hakikat sebagaimana yang terjadi dalam cerita di atas,” tandasnya.

Maka tak jarang, lanjutnya, banyak orang mati yang hakikatnya belum mati namun ia mati justru baru saat ia dikubur, karena ia tak bisa bernapas atau yang lainnya sedangkan dokter memang sudah memberikan vonis mati. Di sinilah pentingnya kalimat allahu a’lam.

Terakhir, dai dari Yaman ini berpesan supaya tidak terlalu terburu-buru dalam mengurus jenazah. Cepat itu perlu, tapi jangan terlalu. Ciri-ciri orang mati setidaknya ada tiga hal, di antaranya hidung yang sudah melenceng, seperti meleleh ke samping, telapak kaki yang sudah tidak tegak ke atas, dan mulut yang berbau busuk. (Mundzir/Zunus)

sumber:
nu.or.id

Senin, 23 April 2018

Masih SMA Mati Suri - Setelah Bermain Futsal

Mati suri adalah keadaan saat usaha-usaha untuk menghidupkan kembali dilakukan sebelum seseorang menjadi hidup kembali.(wikipedia).

Ringkasnya:

Teman kita yang baru saja mengalami mati suri itu diberi inisial F. F merupakan salah satu teman laki-laki pemilik akun tersebut semasa SMA.

Kabar meninggalnya F secara mendadak membuat teman-temannya geger. Ia meninggal dunia pukul 12 siang setelah bermain futsal bersama teman-teman kampusnya.

Kematian mendadak F tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya. Sepulang bermain futsal, F meminta sang ibu untuk membuatkannya wedang jahe.
Tiba-tiba, F cegukan saat sedang tiduran di sofa ruang tamu rumahnya. F saat itu sudah dalam kondisi pucat dan kuku-kukunya membiru.

Tak hanya itu, tubuhnya juga dingin. Kemudian, F sudah tidak bernafas. Saat ditanya bagaimana rasanya sakaratul maut, F menjawab,

"Kamu masih inget pas aku kelas 11 kecelakaan sampe leherku patah dan koma 5 hari? Sakitnya lebih dari itu. Gak bisa dijelaskan, yg jelas sakit banget. Sampe sekarang aja masih membekas. Padahal cuma bayangin, tapi ngilunya kerasa sampe ke tulang. Ngeri."

Menurut pengakuan F, setelah nyawanya tercabut, ia masih bisa melihat ibunya yang menangis sambil meminta pertolongan tetangga.

Berlanjut pada pengalaman setelah nyawa terpisah dari tubuhnya, F mengaku dibawa ke tempat gelap dan bertemu dengan sosok tinggi berjubah hitam.

Saat menceritakan pengalaman tersebut, F masih sempat melemparkan candaannya.

"Miris rasanya. Sebelum meninggal aku malah asik-asik main futsal, misuh gak jelas, beberapa hari sebelumnya malah nonton video gak bener mungkin malaikat yg mau nyabut nyawa tuh ngetawain aku dan ngebatin,

'Ealah, le. Dino iki kon seneng2, ngkok lek ketemu aku nangis kepoyo kon.' (Ealah, le. Hari ini km seneng2, ntar klo ketemu aku nangis sampe ngompol km)."

Penderitaan F akhirnya selesai ketika ia diajak jalan oleh sosok yang membimbingnya. Ia kemudian menaiki tangga sendirian yang membuat dadanya sesak.

Jawaban yang diterima F rupanya sungguh di luar dugaan. Tentu saja bangunnya F dari kematian membuat para pelayat geger.

Kejadian itu membuat F berubah. F bahkan menyampaikan pesannya untuk orang-orang saat menceritakan kisahnya itu.

Kisah ini membuat banyak netizen menuliskan balasan mereka.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pengalaman Mati Suri Pemuda ini Viral, Kisahnya Sampai Bikin Netizen Nangis dan Ingat Dosa!, http://surabaya.tribunnews.com/2018/02/21/pengalaman-mati-suri-pemuda-ini-viral-kisahnya-sampai-bikin-netizen-nangis-dan-ingat-dosa?page=3.
Penulis: Any Riaya Nikita
Editor: Any Riaya Nikita

Senin, 19 Maret 2018

Kesaksian Mora yang Mati Suri | Melihat Paus dan Michael Jackson di Neraka

Baru-baru ini Angela Elizabeth Zambrano Mora, gadis asal Ekuador itu membuat publik heboh dengan pernyataannya. Gadis 18 tahun ini mengaku pernah mengalami mati suri selama 23 jam.

Selama itu, dirinya mengaku berada di neraka bersama selebriti dan tokoh terkenal lainnya yang telah meninggal, salah satunya Michael Jackson.

Mora memberikan gambaran bahwa neraka terlihat seperti akhir zaman yang berisi banyak orang, termasuk selebriti. Ya, Mora mengatakan bahwa Tuhan memperingatkannya ada banyak orang terkenal di neraka.

Lebih lanjut, Mora melihat ada seorang wanita yang tengah mendapat siksaan dikelilingi api dan memohon ampun kepada Tuhan. Ketika mendekatinya, Mora bisa mendengar wanita itu menjerit dan memohon pengampunan.

sumber:
http://citizen6.liputan6.com/read/3366631/mati-suri-gadis-ini-klaim-lihat-michael-jackson-di-neraka

Minggu, 01 Mei 2016

Melihat Roh Setelah Mati Suri

Ini ada kisah dari seorang dokter yang pernah mengalami mati suri serta melihat roh. Apakah yang dilihatnya tadi benar-benar roh atau bukan, bisa disimak keterangannya di bawah ini.

Di balik keputusannya memilih kedokteran forensik sebagai profesi, dr Ida Bagus Putu Alit DMF SpF, ternyata memiliki berbagai pengalaman hidup terkait dengan kematian.

Bahkan ia pernah mengalami koma tiga bulan dan mati suri.

Bagi sebagian orang tentu sangat mengerikan jika kesehariannya selalu berurusan dengan jenazah atau mayat.

Belum lagi jika mayat tersebut merupakan korban pembunuhan, korban kecelakaan, ataupun bunuh diri yang meninggal secara tidak wajar.

Namun, tidak demikian halnya dengan dr Alit, yang kini menjabat sebagai Kepala Bagian SMF Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.

Hari-harinya tak pernah jauh dari mayat.

"Ada beberapa pengalaman yang membuat saya memilih kedokteran forensik sebagai profesi saya," ujar pria murah senyum yang lahir 45 tahun silam ini saat berbincang dengan Tribun Bali di ruang kerjanya, Rabu (27/5/2015).

Dokter Alit menjelaskan, alasan dirinya memilih kedokteran forensik sebagai profesinya karena ingin mengembangkan ilmu forensik yang pada tahun 1996 silam hanya ada ada orang ahli forensik di RSUP Sanglah.





"Saya baru lulus di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Saat itu hanya terdapat dua dokter forensik di Bali yang semuanya bertugas di RSUP Sanglah. Saya pun tertarik mendalami ilmu kedokteran forensik dan melanjutkan studi di Groningen State University di Belanda, Victorian Institute of Forensic di Singapura, dan pendidikan dokter spesialis forensik di FK Universitas Indonesia," terang dr Alit.

Selain itu, ada pengalaman hidup lainnya yang mendorong dirinya untuk mengetahui suatu sebab kematian.

"Saya dulu saat kelas empat SD pernah mengalami NDE (Near Death Experience/mati suri). Bahkan, saat itu oleh keluarga, saya sudah sempat dinyatakan meninggal dan sudah dilayat oleh penduduk di desa," terang pria asal Banjar Brahmana, Desa Sibetan, Kecamatan Selat, Karangasem, ini.

Sebelumnya ia sempat mengalami koma selama tiga bulan karena mengalami kelainan di otak.

Setelah itu, pihak keluarga menyatakan dirinya sudah meninggal dunia.

Padahal, secara medis ia mengalami NDE.

"Secara teori jika mengalami NDE, seseorang akan mengalami sensasi berupa melihat lorong dan satu titik cahaya. Saya ingat, itulah yang saya lihat saat itu," terang ayah yang telah dikaruniai dua putra.

Setelah banyak keluarga dan tetangga desa yang datang untuk melayat, dia tersadar.

Sontak keluarga, kerabat, atau tetangga yang datang melayat kaget sekaligus bahagia.

"Setelah itu kesadaran saya berangsur membaik," ujar bungsu dari lima bersaudara ini.

Namun, derita hidup dr Alit tak berhenti sampai di situ.

Berikutnya ia mengalami kelumpuhan selama tiga tahun dan tangan yang bergemetar selama kurang lebih setahun.

Karena lahir di keluarga sederhana dan pengobatan yang belum begitu maju ketika itu, dr Alit pun harus berusaha sendiri untuk memulihkan kondisinya dan dapat kembali hidup normal.

"Saat itu kondisi saya sangat sulit. Saya harus sekolah menggunakan kursi roda, dan bahkan setahun tidak mampu menulis karena tangan bergetar. Namun setelah dilatih sendiri, berangsur-angsur saya bisa kembali berjalan dan beraktivitas seperti biasa," terangnya.

Pengalaman hidup dr Alit juga diwarnai hal-hal aneh.

Ia mengalami berbagai hal di luar nalar seperti berbagai halusinasi, menjadi seorang anak indigo, bahkan kadang-kadang bisa melihat roh orang yang sudah mati.

"Saat itu saya sadar kondisi tersebut tidak normal, dan saya mencoba menghilangkannya. Saya berusaha mendalami ilmu kedokteran agar bisa tetap berpikir ilmiah dan karena saya lahir di Bali sesuai kepercayaan saya juga lakukan upacara pengelukatan dan mebayuh," ujar Ketua Devisi Ante Mortem DVI Bali dan Ketua Tim Terpadu Pencatatan dan Pelaporan Tindak Pidana Perempuan dan Anak ini.

Bahkan, dalam menjalankan profesinya sebagai dokter forensik, dalam beberapa kasus ia pernah mengalami hal-hal aneh.

Misal dalam melakukan pemeriksaan terhadap jenazah seorang anak inisial SM dan pembunuhan seorang wartawan beberapa tahun silam.

Saat mencari bukti guna pengungkapan kasus tersebut, ia banyak dibantu oleh tanda-tanda yang ditunjukkan oleh roh orang tersebut.


"Namun, di luar pengalaman itu, saya tetap bekerja sesuai dengan pembuktian yang faktual dan empiris," ujar dr Alit yang juga tercatat sebagai anggota polisi khusus Ditreskrim Polda Bali.

Sebagai orang yang terlahir dari kalangan Brahmana, dr Alit pun mempunyai kesempatan untuk menjadi seorang peranda/pedanda.

Saat disinggung mengenai hal tersebut, dirinya mengaku siap jika masyarakat menghendakinya untuk menjadi pemimpin suci umat Hindu.

"Kalau konsep di keluarga saya, Pedanda ibarat tempat tirtha atau air suci. Jadi tergantung masyarakat, jika kita dipercaya dan dikehendaki oleh masyarakat untuk menjadi seorang tempat tirtha atau menjadi seorang pedanda, ya kita bisa untuk memenuhi keinginan mereka," ujarnya sembari tertawa.

Tentunya bila kelak terpilih sebagai peranda, dr Alit harus meninggalkan profesinya sebagai ahli forensik yang telah dijalani belasan tahun.

Hari-harinya akan diisi dengan kegiatan keagamaan untuk melayani sekaligus membimbing umat.

hsumber:
ttp://bali.tribunnews.com/2015/05/28/kisah-dr-alit-ahli-forensik-rsup-sanglah-alami-mati-suri-dan-melihat-roh

Popular Posts

Categories

Ahli Kubur (67) Islami (5) Kuburan (8)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...