Cerita Tentang Para Ahli Kubur

Melihat Roh Setelah Mati Suri

Ini ada kisah dari seorang dokter yang pernah mengalami mati suri serta melihat roh. Apakah yang dilihatnya tadi benar-benar roh atau bukan, bisa disimak keterangannya di bawah ini.

Di balik keputusannya memilih kedokteran forensik sebagai profesi, dr Ida Bagus Putu Alit DMF SpF, ternyata memiliki berbagai pengalaman hidup terkait dengan kematian.

Bahkan ia pernah mengalami koma tiga bulan dan mati suri.

Bagi sebagian orang tentu sangat mengerikan jika kesehariannya selalu berurusan dengan jenazah atau mayat.

Belum lagi jika mayat tersebut merupakan korban pembunuhan, korban kecelakaan, ataupun bunuh diri yang meninggal secara tidak wajar.

Namun, tidak demikian halnya dengan dr Alit, yang kini menjabat sebagai Kepala Bagian SMF Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.

Hari-harinya tak pernah jauh dari mayat.

"Ada beberapa pengalaman yang membuat saya memilih kedokteran forensik sebagai profesi saya," ujar pria murah senyum yang lahir 45 tahun silam ini saat berbincang dengan Tribun Bali di ruang kerjanya, Rabu (27/5/2015).

Dokter Alit menjelaskan, alasan dirinya memilih kedokteran forensik sebagai profesinya karena ingin mengembangkan ilmu forensik yang pada tahun 1996 silam hanya ada ada orang ahli forensik di RSUP Sanglah.





"Saya baru lulus di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Saat itu hanya terdapat dua dokter forensik di Bali yang semuanya bertugas di RSUP Sanglah. Saya pun tertarik mendalami ilmu kedokteran forensik dan melanjutkan studi di Groningen State University di Belanda, Victorian Institute of Forensic di Singapura, dan pendidikan dokter spesialis forensik di FK Universitas Indonesia," terang dr Alit.

Selain itu, ada pengalaman hidup lainnya yang mendorong dirinya untuk mengetahui suatu sebab kematian.

"Saya dulu saat kelas empat SD pernah mengalami NDE (Near Death Experience/mati suri). Bahkan, saat itu oleh keluarga, saya sudah sempat dinyatakan meninggal dan sudah dilayat oleh penduduk di desa," terang pria asal Banjar Brahmana, Desa Sibetan, Kecamatan Selat, Karangasem, ini.

Sebelumnya ia sempat mengalami koma selama tiga bulan karena mengalami kelainan di otak.

Setelah itu, pihak keluarga menyatakan dirinya sudah meninggal dunia.

Padahal, secara medis ia mengalami NDE.

"Secara teori jika mengalami NDE, seseorang akan mengalami sensasi berupa melihat lorong dan satu titik cahaya. Saya ingat, itulah yang saya lihat saat itu," terang ayah yang telah dikaruniai dua putra.

Setelah banyak keluarga dan tetangga desa yang datang untuk melayat, dia tersadar.

Sontak keluarga, kerabat, atau tetangga yang datang melayat kaget sekaligus bahagia.

"Setelah itu kesadaran saya berangsur membaik," ujar bungsu dari lima bersaudara ini.

Namun, derita hidup dr Alit tak berhenti sampai di situ.

Berikutnya ia mengalami kelumpuhan selama tiga tahun dan tangan yang bergemetar selama kurang lebih setahun.

Karena lahir di keluarga sederhana dan pengobatan yang belum begitu maju ketika itu, dr Alit pun harus berusaha sendiri untuk memulihkan kondisinya dan dapat kembali hidup normal.

"Saat itu kondisi saya sangat sulit. Saya harus sekolah menggunakan kursi roda, dan bahkan setahun tidak mampu menulis karena tangan bergetar. Namun setelah dilatih sendiri, berangsur-angsur saya bisa kembali berjalan dan beraktivitas seperti biasa," terangnya.

Pengalaman hidup dr Alit juga diwarnai hal-hal aneh.

Ia mengalami berbagai hal di luar nalar seperti berbagai halusinasi, menjadi seorang anak indigo, bahkan kadang-kadang bisa melihat roh orang yang sudah mati.

"Saat itu saya sadar kondisi tersebut tidak normal, dan saya mencoba menghilangkannya. Saya berusaha mendalami ilmu kedokteran agar bisa tetap berpikir ilmiah dan karena saya lahir di Bali sesuai kepercayaan saya juga lakukan upacara pengelukatan dan mebayuh," ujar Ketua Devisi Ante Mortem DVI Bali dan Ketua Tim Terpadu Pencatatan dan Pelaporan Tindak Pidana Perempuan dan Anak ini.

Bahkan, dalam menjalankan profesinya sebagai dokter forensik, dalam beberapa kasus ia pernah mengalami hal-hal aneh.

Misal dalam melakukan pemeriksaan terhadap jenazah seorang anak inisial SM dan pembunuhan seorang wartawan beberapa tahun silam.

Saat mencari bukti guna pengungkapan kasus tersebut, ia banyak dibantu oleh tanda-tanda yang ditunjukkan oleh roh orang tersebut.


"Namun, di luar pengalaman itu, saya tetap bekerja sesuai dengan pembuktian yang faktual dan empiris," ujar dr Alit yang juga tercatat sebagai anggota polisi khusus Ditreskrim Polda Bali.

Sebagai orang yang terlahir dari kalangan Brahmana, dr Alit pun mempunyai kesempatan untuk menjadi seorang peranda/pedanda.

Saat disinggung mengenai hal tersebut, dirinya mengaku siap jika masyarakat menghendakinya untuk menjadi pemimpin suci umat Hindu.

"Kalau konsep di keluarga saya, Pedanda ibarat tempat tirtha atau air suci. Jadi tergantung masyarakat, jika kita dipercaya dan dikehendaki oleh masyarakat untuk menjadi seorang tempat tirtha atau menjadi seorang pedanda, ya kita bisa untuk memenuhi keinginan mereka," ujarnya sembari tertawa.

Tentunya bila kelak terpilih sebagai peranda, dr Alit harus meninggalkan profesinya sebagai ahli forensik yang telah dijalani belasan tahun.

Hari-harinya akan diisi dengan kegiatan keagamaan untuk melayani sekaligus membimbing umat.

hsumber:
ttp://bali.tribunnews.com/2015/05/28/kisah-dr-alit-ahli-forensik-rsup-sanglah-alami-mati-suri-dan-melihat-roh

Kisah Mati Suri di Aceh Tamiang

Mati suri tetap menjadi kisah yang terus menerus bisa menjadikan pelajaran untuk kita semua. Hasil dari ucapan dari orang yang mati suri kebanyakan ada benarnya dan kita harus menghargainya.

Seperti kisah mati suri di sebuah keluarga sederhana yang tepatnya tinggal di Kabupaten Aceh Tamiang yang ada di provinsi Aceh.

Kisah ini sebenarnya terjadi sekitar 3 tahun yang lalu dan telah dikisahkah langsung seorang anak yang secara langsung mengalami kejadian ini dalam hidupnya. Seorang ayah dan juga ibu beserta ketiga anaknya tinggal dalam sebuah rumah sederhana seperti layaknya keluarga biasa lainnya. Dimana sang ayah sebagai kepala rumah tangga setiap harinya pergi bekerja, dan sang ibu pun sibuk mengurusi urusan rumah tangganya.

Sebagaimana dikutip oleh laman motivatorindonesia.co.id, setiap harinya ketiga anaknya pergi kesekolah, dimana anak yang sulung telah duduk di bangku SMP kelas 2, sementara anak yang kedua duduk dikelas 5 SD, sedangkan yang bungsu adalah seorang anak perempuan kecil berumur 3 tahun.





Kisah kisah mati suri ibu yang hidup kembali di kuburnya ini sangat mengharukan, jadi pastikan anda membaca kisah ini dengan baik dan fokus. Karena cerita ini cukup singkat tapi mungkin anda tak akan bisa menahan air mata anda saat setelah anda membaca kisah haru ini.

Suatu ketika dimana saat keluarga itupun sedang menjalani aktivitas mereka seperti biasa, tiba tiba sang ibu dari ketiga anak itupun meninggal dunia. Sontak pada saat itu keluarga yang khususnya ayah dan ketiga anaknya terkejut dan tak kuasa menahan tangis mereka.

Karena kepergian sang ibu begitu cepat dan serasa tiba tiba, sang ibupun tidak mengalami sakit atau kecelakaan. Dan dengan tiba tiba ALLAH SWT pun memanggil sang ibu dan meninggalkan keluarganya untuk selama lamanya. Disinilah kisah mati suri ibu yang hidup kembali di kuburnya itu dimulai.

Setelah sang ibu meninggal, maka jenazahnya pun dimandikan, dikafankan, dan akhirnya dikuburkan. Ketiga anaknya pun menangis haru, terlebih lagi putri bungsu yang masih sangat kecil dan masih merindukan pelukan serta kasih sayang dari sang ibu. Namun dengan kepergian sang ibu, maka pelukan dan kasih sayang itu tidak akan pernah bisa dirasakan oleh putri kecil itu untuk selama lamanya. Ibu pun meninggal dan diantarkan kekuburan untuk segera dimakamkan. Setelah proses penguburan selesai, keluargapun pulang kerumah.

Pada keesokan harinya, putri bungsu itu mengatakan kepada ayahnya tentang perihal mimpinya semalam. Ia pun mengatakan kepada ayahnya, bahwa semalam ia bermimpi bertemu dengan almarhumah ibunya, dan ibu pun mengatakan, tolong keluarkan ibu nak dari kuburan ini. Mendengar putri bungsunya berbicara seperti itu, ayahpun mengatakan, “sudahlah nak ! ibu sudah tidak ada, wajar jika engkau masih teringat ingat, ungkap ayah kepada putri bungsunya” Anak itu pun diam.

Keesokannya tepatnya dihari kedua setelah pemakam ibu, putri bungsu itupun menyampaikan perihal mimpinya semalam kepada abang abangnya. Ia mengatakan, abang ! semala adik bermimpi bahwa ibu minta dikeluarkan dari dalam kuburannya, dan abangnya lalu bergegas menyampaikan perihal mimpi sang adik kepada ayah. Dan ayah pun
mengatakan, sudahlah nak, adikmu itu masih sangat kecil, wajar saja dia sangat sedik sepeninggalan ibu mu.

Keesokan harinya, tepatnya dihari ketiga setelah pemakaman ibunya, putri bungsu itu pun kembali memberitahu kepada ayahnya tentang perihal mimpinya, bahwa almarhumah ibu, benar benar minta dikeluarkan dari dalam kuburnya. Putri bungsu itupun menangis sejadi jadinya, dan tetap memaksa sang ayah untuk pergi kekuburan dan mengeluarkan ibu dari kuburannya.

Melihat anak kecilnya terus menangis keras, maka sang ayahpun menemui aparat kampung dan meminta tolong kepada warga kampung setempat, untuk membantunya menggali kembali kuburan almarhumah istrinya.

Dengan keaadaan yang bingung dan heran, warga kampung pun lekas membantu sang ayah dan pergi kekuburan istrinya. Semuanya hadir menyaksikan penggalian makam tersebut, terlebih lagi putri bungsu yang terus menangis menyaksikan penggalian makam ibunya. Setelah penggalian selesai, ternyata mimpi anak kecil itupun benar dan nyata ! Mengapa demikian ? Karena para penggali kubur, mendapati ibu itu dalam posisi setengah duduk atau seperti tengkurap.

Kain kafan pembungkus badannya pun sudah lepas, tanda bahwa ibu itu berupaya untuk melepas kain kafannya dan membuka tali, lalu berupaya untuk membongkar papan penutup lahatnya. Pada saat itu, para penggali kuburpun tiba tiba menangis, karena menyaksikan bahwa ibu itu sebenarnya benar benar masih hidup. Tapi karena telah terkubur selama 3 hari, maka ia pun meninggal di dalam kuburannya sendiri.

Para tetua dikampung itu pun mengatakan, bahwa ibu ini sebenarnya telah mati suri. Lalu ia tersadar saat telah di dalam lahatnya. Jika saja, kita mempercayai mimpi anak kecil ini pada hari pertama, mungkin nyawa ibu ini masih bisa terselamatkan. Dan pesan moral yang bisa kita ambil dari hikmah cerita ini, bahwa janganlah meremehkan ucapan ucapan anak kecil, karena boleh jadi itu adalah pesan yang benar.

‘Unjur ma Qola, wala tanjur liman Qola’ inilah sebuah ungkapan dari ilmu mahfuzhat anak pesantren yang artinya ialah ‘Lihat apa yang dikatakannya & jangan lihat siapa yang mengatakannya’. Semoga kisah mati suri ibu yang hidup kembali di kuburnya ini bisa menginspirasi Anda. Dan membuat Kita semua lebih sayang dan cinta pada kedua orang tua, terutama ibu, ibu dan ibu Anda.

sumber:
http://www.cangcut.net/2015/04/kisah-mati-suri-ibu-yang-hidup-kembali.html

Mati Suri-nya Seorang Atheis

Atheis adalah orang yang tidak memiliki agama sama sekali. Bagaimankah mereka kala meninggal dunia? Apakah aman-aman saja ataukah sebaliknya?

Kisahnya


Pada 1989, Dr. George Rodonaia imigrasi ke Amerika Serikat, sebelumnya dia adalah dokter penyakit jiwa di Uni Soviet, yang juga seorang ateis yang teguh. Dia pernah mengalami suatu "pengalaman klinis hampir mati" yang paling panjang pada 1976.

Setelah George ditabrak mobil, ia dinyatakan mati. Jenazahnya diletakkan di ruang mayat selama 3 hari, hingga setelah seorang dokter melakukan autopsi di bagian perut baru bangkit kembali.

Sejak itu, George beralih ke bidang penelitian mempelajari roh, dan meraih gelar doktor dalam bidang psikologi agama. Dan tidak lama setelah itu menjadi pendeta gereja Kristen ortodoks. Kini sebagai pendeta persekutuan pertama perlindungan gereja di Kota Nederland, Texas. Berikut adalah pengalamannya yang dicatat dalam karya Phillip L. Berman, "Perjalanan Pulang Kembali".




Waktu itu, hal pertama yang saya ingat adalah mendapati bahwa diri saya berada di sebuah lingkungan yang gelap gulita. Saya tidak merasakan penderitaan jasmani, saya tetap masih ingat bahwa saya adalah George. Kegelapan ini adalah suatu hal yang belum pernah saya jumpai sebelumnya.

Saya merasakan ketakutan yang mendalam, dan tidak pernah saya bayangkan bisa seperti ini. Terhadap diri sendiri, saya tetap merasa terkejut, namun tidak tahu di mana. Sebuah pikiran tiada hentinya terus bergulir dalam kesadaranku: Saat setelah saya mati bisa bagaimana keadaannya.

Saya telah bisa mengendalikan perasaan saya, lalu mengingat kembali semua peristiwa yang pernah terjadi. Mengapa saya berada di tengah kegelapan ini? Saya harus bagaimana? Saya lalu teringat kata-kata mutiara termasyhur Dicolle, "Aku merenung, maka itu diriku ada".

Kemudian saya merasa agak lega, karena di saat yang demikian saya baru meyakini bahwa saya masih hidup, meskipun berada di sebuah ruang dimensi yang berbeda. Kemudian saya berpikir, jika memang saya masih hidup, lalu mengapa saya tidak berpikir ke arah yang baik. Saya adalah George, dan saya berada di tengah kegelapan, namun saya tahu bahwa saya masih hidup, saya adalah diri saya. Dan saya tidak boleh berpikir ke arah yang buruk.

Kemudian saya berpikir, kegelapan, bagaimana mungkin bisa baik. Jika baik seharusnya ada cahaya. Dan tiba-tiba saya lalu berada di tengah cahaya berkilauan, cahaya yang sangat terang benderang. Warna putih yang terang benderang, sangat menyilaukan mata.

Seperti cahaya blitz kamera yang begitu menyilaukan, namun tidak berkerlipan. Mula-mula saya merasa bahwa cahaya yang menyilaukan mata ini bisa membuat orang menderita, namun perlahan-lahan saya bisa mengadaptasinya. Saya mulai merasa hangat dan nyaman, segalanya tiba-tiba berubah menjadi baik sekali.

Selanjutnya saya melihat di sekeliling, molekul sedang terbang di mana-mana, atom, proton dan neutron ada di mana-mana. Di satu sisi, semua benda ini kacau balau tidak teratur, namun pada sisi lainnya, yang mendatangkan kegembiraan yang tiada tara pada diri saya adalah bahwa semua benda yang semrawut ini juga berada dalam simetri mereka sendiri.

Simetri ini indah dan merupakan suatu kesatuan, Dia membuat segenap tubuhku penuh dengan kebahagiaan yang sangat. Metode keberadaan kehidupan dan kealamian yang menyeluruh hadir di depan mataku. Di saat yang demikian rasa cemas terhadap ragaku telah lenyap sama sekali, karena saya tahu bahwa saya sudah tidak membutuhkannya, pada kenyataannya dia justru merupakan rintangan bagiku dalam meninjau dunia.

Segala hal yang saya alami semuanya berpadu menjadi satu, maka dari itu sangat sulit bagi saya untuk melukiskan dengan menurut urutan peristiwa yang terjadi. Waktu sepertinya telah terhenti, dulu, sekarang, dan akan datang bagi saya sama sekali sudah bersatu dalam kesatuan yang tidak ada konsepsi waktunya. Tidak tahu kapan, saya telah melihat perjalanan seumur hidup diri saya. Dalam sekilas itu saya telah melihat seluruh kehidupan abadi diri sendiri.

Saya menyadari bahwa kehidupan ada di mana-mana, tidak hanya kehidupan dunia fana, melainkan juga kehidupan yang tak terbatas. Semua ini tidak hanya berhubungan bersama, lagi pula semuanya ini memang merupakan satu kesatuan. Saya bisa pergi ke tempat lain dalam sekejap waktu.

Saya berusaha mencoba berkomunikasi dengan orang yang saya jumpai, di antaranya ada beberapa orang telah merasakan keberadaanku, namun tidak ada orang mempedulikan diriku. Saya merasa harus mempelajari filsafat dan Alkitab. Apa yang Anda inginkan, Anda bisa mendapatkannya. Dan akan datang dengan apa yang terlintas dalam pikiran Anda, saya pernah kembali ke kerajaan Romawi, Babilon, serta zaman Nabi Nuh dan Abraham (Nabi Ibrahim), semua nama zaman yang bisa Anda sebutkan, saya pernah ke sana.

Saya telah meliputi semua peristiwa dan pengalaman yang indah ini, hingga saat mereka melakukan autopsi dan menoreh bagian perutku, saya merasakan sebuah kekuatan yang sangat besar telah memegang leherku dan ditekan ke bawah, kekuatan ini demikian besarnya, sehingga saya membuka sepasang mataku, dan merasakan sakit yang sangat. Tubuh saya dingin sekali, dan mulai menggigil, lalu segera dilarikan ke rumah sakit.

Sumber: www.zhengjian.org
Sumber: www.indospiritual.com/artikel_pengalaman-mati-suri-seorang-ateis.html

Categories

Ahli Kubur (65) Islami (5) Kuburan (8)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...