Kegelisahan Ahli Kubur

Amal ibadah seseorang berpengaruh bagi mereka yang ada di dalam kuburnya.
Hal inilah yang dialami oleh seorang ahli kubur yang galau, gelisah lantaran tak ada seorangpun yang berdoa atau mengirimkan pahala kepadanya.

Dikisahkan bahwa ada seorang pemuda yang telah meninggal dunia sedang mengalami kegalauan di dalam kuburnya.
Ahli kubur tersebut datang menemui Tsabit Al Banani, seorang ulama di dalam tidurnya.
Roh pemuda tersebut datang dalam keadaan berserabut, wajahnya pucat pasi, cemas dan gundah gulana.
Tsabit dapat melihat dengan jelas di dalam tidurnya itu, pemuda tersebut berjalan dengan tangan kosong sambil air matanya mengalir.


Sedangkan dalam waktu yang bersamaan, Tsabit juga melihat semua ahli kubur lainnya memakai pakaian outih bersih serta membawa makanan beraneka macam.
Tsabit pun lantas memandangi mereka satu persatu utnuk melihat kondisi yang sebenarnya terjadi.
Pasalnya, roh pemuda tersebut sangat kontras dengan apa yang dialami oleh roh lainnya yang terlihat begitu gembira.

Tak lama kemudian Tsabit lantas bertanya kepada roh pemuda tersebut mengenai keadaannya bisa sampai demikian.
"Apa yang membuatmu bersedih wahai ahli kubur?" tanya Tsabit.
"Aku sedih karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang mendoakan serta bersedekah untukku," jawab pemuda itu.
"Berbeda dengan ahli kubur lain, semuanya mempunyai keluarga dan sanak saudar yang seringberdoa dan bersedekah untuk mereka pada setiap malam Jumat," ujar pemuda itu lagi.

Roh pemuda tersebut lantas menceritakan bahwa ibunya sudah menikahlagi dan mulai lupa untuk berdoa dan bersedekah untuknya.
"Kini aku telah putus asa dan senantiasa bersedih serta cemas sepanjang masa meratapi nasibku di alam kubur," kata pemuda itu memberitahu, bahwa di saku bajunya ada uang seratus dinar warisan ayahnya.
Hanya dengan uang tersebut ibunya akan percaya dengan apa yang akan dikatakan Tsabit.

Berlanjut gan...
Lain kali aku posting kelanjutannya.